![]() |
| Siswa SD Bustanul Ulum Korban Banjir Batu Busuk Belajar di Diklat PT Semen Padang |
Padang, — Aktivitas belajar mengajar siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang untuk sementara dialihkan ke Gedung Diklat PT Semen Padang menyusul rusaknya akses menuju sekolah akibat banjir bandang di kawasan Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Lorong-lorong gedung diklat yang biasanya digunakan untuk pelatihan kini dipenuhi suara anak-anak yang belajar membaca, menulis, dan berhitung. Sebanyak 109 dari total 116 siswa mengikuti kegiatan belajar di lokasi tersebut sejak Senin (5/1/2026), sementara tujuh siswa lainnya belajar di SDN 02 Lubuk Buaya karena keluarganya direlokasi ke hunian sementara.
Kepala Urusan Pengajaran SD Bustanul Ulum Semen Padang, Rici Noviasari, mengatakan pemindahan lokasi belajar dilakukan karena akses menuju sekolah terputus akibat banjir susulan akhir Desember 2025.
“Setelah kami rapat dengan yayasan, komite sekolah, dan wali murid, diputuskan anak-anak sementara belajar di Diklat PT Semen Padang agar kegiatan belajar tetap berjalan,” kata Rici, Kamis (8/1/2026).
Menurut Rici, sehari setelah banjir bandang melanda Batu Busuk, para guru langsung mendata seluruh siswa di sejumlah lokasi pengungsian, seperti Masjid Taqwa, SDN 02 Cupak Tangah, Rimbo Panjang, dan SMPN 44 Padang. Guru juga melakukan pendampingan dan trauma healing kepada para siswa.
“Pada 15 Desember sempat kembali belajar di sekolah dengan jam pulang dipercepat, tetapi saat libur panjang terjadi banjir susulan dan akses sekolah benar-benar terputus,” ujarnya.
Selain menyediakan ruang belajar, PT Semen Padang juga memfasilitasi transportasi bus untuk antar-jemput siswa dari tempat tinggal sementara mereka menuju lokasi diklat.
Salah seorang siswa kelas V, Ghazy Al Gifard (10), mengaku merasa lebih aman belajar di gedung diklat. Rumahnya hanyut diterjang banjir dan kini keluarganya tinggal di kontrakan di Limau Manis.
“Kami masih takut kalau hujan deras, apalagi sekolah dekat sungai. Di sini lebih nyaman dan aman,” kata Ghazy.
Hal serupa disampaikan Sheryl Philomela Sodiq. Meski sekolah lamanya tidak terdampak langsung, rumahnya hanyut terbawa banjir. Ia mengaku masih trauma, tetapi tetap bersemangat mengikuti pelajaran.
“Saya senang bisa tetap sekolah, apalagi diantar jemput bus,” ujarnya.
Wali murid, Miftahul Jannah, menyampaikan apresiasi atas dukungan PT Semen Padang. Menurut dia, sebagian besar siswa kini tinggal berpencar di berbagai wilayah di Kecamatan Pauh.
“Perhatian PT Semen Padang sangat luar biasa, bukan hanya tempat belajar tapi juga transportasi anak-anak,” katanya.
Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam tanggung jawab sosial, khususnya terhadap sekolah binaan di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan meskipun terdampak bencana,” ujar Idris.
SD Bustanul Ulum merupakan sekolah gratis bagi masyarakat kurang mampu di kawasan Batu Busuk. Setiap tahun, PT Semen Padang mengalokasikan dana operasional sekitar Rp 500 juta untuk mendukung kegiatan sekolah tersebut. (*)
