![]() |
| Dekranasda Padang Panjang turun langsung ke sejumlah UMKM guna mendorong peningkatan kualitas produk sekaligus memperluas strategi pemasaran. |
PADANG PANJANG — Komitmen memperkuat daya saing pelaku usaha terus ditunjukkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Padang Panjang. Rabu (25/2/2026), Dekranasda melakukan pembinaan langsung ke sejumlah unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mendorong peningkatan kualitas produk sekaligus memperluas strategi pemasaran.
Ketua Dekranasda Kota Padang Panjang, Maria Feronika Hendri, menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan langkah konkret agar produk UMKM tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar digital.
Sejumlah pelaku usaha yang dikunjungi antara lain Batik Rang Minang, Minang Kayo, Rela Tulusia, dan Khalifah. Dalam dialog yang berlangsung hangat, Maria memberikan arahan terkait penguatan identitas produk lokal, inovasi desain, pembenahan kemasan, hingga optimalisasi promosi melalui platform digital.
“Peningkatan kualitas dan pemasaran menjadi kunci agar UMKM kita mampu bersaing. Produk harus punya ciri khas, kemasan yang representatif, serta strategi promosi yang mengikuti perkembangan teknologi,” ujarnya.
Tak sekadar memberi arahan, kunjungan tersebut juga menjadi ruang diskusi terbuka untuk menggali berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari permodalan, distribusi, hingga pengemasan. Masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam merancang program pendampingan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Para pelaku UMKM pun menyambut positif pembinaan tersebut. Mereka berharap dukungan dari Dekranasda dan Pemerintah Kota dapat terus berlanjut, terutama dalam membuka akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan omzet penjualan.
Turut mendampingi dalam kegiatan ini Ketua GOW Ny. Sri Wahyuni Allex, Kepala Bidang Perdagangan Disperdakop UKM Rahmi, serta jajaran pengurus Dekranasda.
Melalui pembinaan berkelanjutan, Dekranasda bersama Pemerintah Kota Padang Panjang menegaskan komitmennya menjadikan UMKM sebagai sektor unggulan penopang pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing. (mb/rls)
