Erupsi Gunung Marapi 3 Menit Lebih, Abu Tebal Sampai Payakumbuh - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Erupsi Gunung Marapi 3 Menit Lebih, Abu Tebal Sampai Payakumbuh

Minggu, 15 Maret 2026, 04.55 WIB

 

Erupsi kembali terjadi di Gunung Marapi pada Sabtu (14/3/2026) 

AGAM--Erupsi kembali terjadi di Gunung Marapi pada Sabtu (14/3/2026) pukul 23.29 WIB. Letusan gunung yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar itu berlangsung cukup lama, yakni sekitar 3 menit 21 detik, dan menjadi erupsi terlama sepanjang tahun 2026.

Data dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,2 milimeter. Namun, tinggi kolom abu tidak dapat teramati karena kondisi cuaca berkabut.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyebutkan bahwa hingga saat ini status aktivitas Marapi masih berada pada Level II atau Waspada.

Arah angin yang bertiup dari barat ke timur menyebabkan abu vulkanik terbawa hingga ke Kota Payakumbuh. Sejak Minggu (15/3/2026) pagi, debu erupsi terlihat menyelimuti atap rumah, pepohonan, kendaraan, hingga jalanan di sejumlah kawasan kota tersebut.

“Ini debu erupsi Gunung Marapi malam tadi,” ujar Edi, warga Balai Cacang, Koto Nan Gadang, Payakumbuh, saat membersihkan abu yang menempel di mobilnya.

Ketika erupsi terjadi, wilayah Payakumbuh juga sedang diguyur hujan dengan langit tertutup awan tebal, sehingga letusan tidak terlihat dari kota itu.

Sementara itu, warga di sekitar lereng gunung merasakan langsung dampak erupsi. Hatta Rizal, warga Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, sekitar 9 kilometer dari kawah, mengaku mendengar suara gemuruh cukup keras disertai kilatan api dari arah puncak gunung.

“Gemuruhnya lama dan terlihat kilatan api. Kaca rumah sampai bergetar,” katanya.

Meski demikian, karena kondisi hujan, fenomena tersebut tidak sempat direkam menggunakan telepon genggam.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar di aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung, terutama saat hujan turun.

Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah terdampak diminta menggunakan masker guna menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik serta melindungi mata dan kulit dari paparan debu.(mb)