Prof. Dr. Sir Anderson Resmi Menjadi Guru Besar PNP, Kukuhkan Kepakaran di Bidang Kepuluran Material - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Prof. Dr. Sir Anderson Resmi Menjadi Guru Besar PNP, Kukuhkan Kepakaran di Bidang Kepuluran Material

Kamis, 30 April 2026, 16.05 WIB

 

Prof. Dr. Sir Anderson, S.T., M.T menyampaikan Orasi Imiah  dalam rapat senat terbuka Pengukuhan Guru Besar yang digelar pada Kamis (30/4) di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) PNP.

PADANG — Politeknik Negeri Padang kembali menorehkan sejarah akademik dengan bertambahnya jajaran profesor di lingkungan kampus vokasi tersebut. Prof. Dr. Sir Anderson, S.T., M.T. resmi menyandang gelar Guru Besar setelah menapaki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Pengukuhan ini menjadi momen penting, tidak hanya bagi Prof. Sir Anderson secara pribadi, tetapi juga bagi penguatan mutu akademik Politeknik Negeri Padang, khususnya pada Program Studi Teknik Mesin, Jurusan D-4 Rekayasa Perancangan Mekanik.

Lahir di Padang, 18 Agustus 1972, Prof. Sir Anderson telah meniti karier akademik secara konsisten selama lebih dari dua dekade. Ia memulai pendidikan tinggi di Universitas Andalas dengan meraih gelar Sarjana Teknik Mesin pada 1999. Setelah itu, ia melanjutkan studi Magister di Institut Teknologi Bandung pada 2010 dan menyelesaikan program Doktor di Universitas Andalas pada 2022.

Jejak akademiknya menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan ilmu teknik mesin, yang kemudian mengantarkannya meraih jabatan fungsional tertinggi sebagai Profesor pada 2026.

Karier dosennya dimulai sejak 2002 sebagai Asisten Ahli. Lima tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Lektor pada 2007. Dedikasi yang terus terjaga membuatnya meraih jabatan Lektor Kepala pada 2013 sebelum akhirnya dikukuhkan sebagai Guru Besar.

Bidang keahlian yang menjadi fokus utama Prof. Sir Anderson adalah kepuluran material, sebuah cabang ilmu yang berperan penting dalam memahami kemampuan material untuk mengalami deformasi tanpa mengalami kerusakan. Kajian ini sangat relevan dalam dunia industri modern, terutama pada sektor manufaktur, rekayasa mekanik, dan pengembangan teknologi material.

Keilmuan tersebut dinilai strategis dalam mendorong inovasi produk teknik yang lebih aman, tahan lama, dan efisien. Dalam konteks revolusi industri dan kebutuhan akan material berperforma tinggi, riset tentang kepuluran material menjadi salah satu fondasi penting dalam kemajuan teknologi.

Dalam orasi ilmiahnya, ia memaparkan hasil riset mendalam tentang perilaku korosi dan pelepasan ion logam pada paduan titanium yang digunakan sebagai material implan tubuh.

Riset tersebut mengangkat isu penting dalam dunia biomaterial, yakni ketahanan logam titanium terhadap korosi ketika berada dalam cairan simulasi tubuh manusia. Studi ini menjadi relevan karena material implan harus memiliki stabilitas tinggi agar aman digunakan dalam jangka panjang.

Dalam paparannya, Prof. Sir Anderson meneliti dua jenis logam titanium, yakni TNTZ (Ti-29Nb-13Ta-4,6Zr) dan Ti-6Al-4V ELI, yang umum digunakan dalam aplikasi medis. Kedua material tersebut diuji dalam larutan Hanks, cairan buatan yang menyerupai kondisi tubuh manusia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa TNTZ memiliki ketahanan korosi yang lebih baik dibandingkan Ti-6Al-4V ELI. Hal itu terlihat dari laju korosi yang lebih rendah serta jumlah ion logam yang terlepas ke dalam larutan yang lebih sedikit. Temuan ini memperkuat posisi TNTZ sebagai kandidat unggul untuk material implan modern. 

Namun, penelitian juga menemukan adanya pitting corrosion atau korosi lubang pada kedua jenis logam. Fenomena ini berpotensi menurunkan kualitas material karena terbentuknya lubang kecil akibat pelepasan unsur tertentu dari permukaan logam.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Prof. Sir Anderson mengembangkan pendekatan perlakuan termomekanik, yaitu kombinasi perlakuan panas, deformasi mekanik, dan proses penuaan material. Metode ini terbukti mampu menurunkan laju korosi secara signifikan.

Penurunan tertinggi dicapai pada tingkat deformasi 20 persen. Selain itu, perlakuan termomekanik juga mampu mengurangi pit atau lubang hingga 72 persen pada material TNTZ, serta menghilangkannya pada Ti-6Al-4V ELI. Dengan demikian, kualitas material meningkat sekaligus menekan risiko pelepasan ion logam ke dalam tubuh. 

Menurut Prof. Sir Anderson, hasil riset ini membuka peluang besar bagi pengembangan biomaterial yang lebih aman dan tahan lama untuk kebutuhan medis, terutama implan ortopedi dan perangkat kesehatan lainnya.

“Material implan tidak hanya harus kuat, tetapi juga stabil dalam lingkungan biologis. Ketahanan korosi menjadi faktor kunci untuk menjamin keselamatan pasien,” menjadi inti pesan ilmiah yang ia sampaikan.

Penelitian tersebut juga telah menghasilkan luaran berupa publikasi pada jurnal internasional bereputasi, menandakan pengakuan global atas kontribusi ilmiah yang dihasilkan.

Sebagai akademisi di Politeknik Negeri Padang, Prof. Sir Anderson dikenal aktif membangun sinergi antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Ia mendorong pendekatan pembelajaran berbasis praktik sekaligus memperkuat budaya riset terapan di lingkungan kampus.

Pengukuhan Guru Besar ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan ilmuwan dengan kompetensi tinggi yang diakui secara nasional. Kehadiran profesor di kampus vokasi bukan sekadar simbol, melainkan motor penggerak transformasi pendidikan yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.

Bagi dunia akademik Sumatera Barat, capaian ini menjadi inspirasi bahwa dedikasi, konsistensi, dan ketekunan adalah kunci meraih prestasi tertinggi. Sementara bagi mahasiswa dan generasi muda, perjalanan Prof. Sir Anderson adalah teladan nyata bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi jalan untuk memberi kontribusi besar bagi bangsa.

Dengan gelar Guru Besar yang kini disandangnya, Prof. Sir Anderson diharapkan terus memperkuat peran Politeknik Negeri Padang sebagai pusat unggulan pendidikan vokasi dan inovasi teknologi di Indonesia.(bs)