Bocah Dua Tahun yang Dilaporkan Hilang di Sungai Toboh Gadang Ditemukan Meninggal - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Bocah Dua Tahun yang Dilaporkan Hilang di Sungai Toboh Gadang Ditemukan Meninggal

Sabtu, 24 Oktober 2026, 19.09 WIB

 

Bocah berusia dua tahun yang dilaporkan hilang dan diduga hanyut di sungai Nagari Toboh Gadang, Kecamatan Sintuk, Kabupaten Padang Pariaman ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (24/10/2026).

PADANG PARIAMAN — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap Muhammad Ilmi, bocah berusia dua tahun yang dilaporkan hilang dan diduga hanyut di sungai Nagari Toboh Gadang, Kecamatan Sintuk, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (24/10/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, melalui laporan perkembangan operasi SAR menyebutkan, korban ditemukan tim SAR gabungan pada pukul 09.40 WIB. Lokasi penemuan berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian perkara (LKP).

“Setelah ditemukan, tim langsung melakukan evakuasi terhadap korban,” demikian laporan operasi SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang.

Peristiwa tersebut bermula pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, ibu korban pergi mandi ke kamar mandi. Setelah selesai mandi, ia tidak lagi melihat korban berada di dalam rumah.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui kerap bermain atau pergi ke tepi sungai. Keluarga bersama warga setempat kemudian melakukan pencarian di sekitar rumah dan sepanjang tepian sungai, tetapi korban belum ditemukan.

Informasi kejadian diterima petugas pada Kamis malam pukul 21.33 WIB dari anggota BPBD Kabupaten Padang Pariaman. Tim SAR kemudian melakukan pencarian bersama sejumlah unsur gabungan.

Pada Sabtu pagi pukul 07.30 WIB, operasi pencarian kembali dilanjutkan dengan membagi personel menjadi dua satuan pencarian dan pertolongan (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran sungai sepanjang sekitar tiga kilometer, sedangkan SRU kedua melakukan pencarian di darat dengan luas area sekitar 0,55 kilometer persegi.

Upaya pencarian melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Koramil Padang Pariaman, BPBD Kabupaten Padang Pariaman, Polres Padang Pariaman, Polsek Lubuk Alung, wali nagari beserta perangkatnya, serta masyarakat setempat.

Secara keseluruhan, sebanyak 75 personel dari unsur terkait dan masyarakat terlibat dalam operasi tersebut.

Setelah proses evakuasi, tim tiba di posko pada pukul 10.16 WIB dan langsung membawa korban ke rumah duka.

Operasi SAR kemudian ditutup setelah pelaksanaan evaluasi atau debriefing pada pukul 10.35 WIB. Seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing.

Dalam pelaksanaan pencarian, tim menghadapi kendala berupa kondisi air sungai yang keruh. Meski demikian, operasi dapat diselesaikan setelah korban ditemukan.

Peristiwa ini menjadi duka bagi keluarga dan masyarakat setempat. Warga diimbau meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika berada di sekitar sungai atau kawasan perairan yang berpotensi membahayakan keselamatan.(bs)