Gotong Royong Merah Putih Warnai Pantai Padang - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Gotong Royong Merah Putih Warnai Pantai Padang

Sabtu, 16 Agustus 2025, 21.56 WIB
Tak ada sekat pangkat di Pantai Padang, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama jajaran pejabat Sumbar, semua membungkuk memungut sampah. Beginilah wajah kemerdekaan yang sejati: sederhana, tapi penuh makna.

Pejabat Sumbar Turun Tangan Pungut Sampah

PADANG – Laut biru Pantai Padang, Sabtu (16/8/2025) pagi, tampak berbeda. Pinggir pantai itu tampak lebih ramai dari biasanya. Bukan wisatawan yang memenuhi bebatuan pemecah ombak, melainkan jajaran pejabat penting Sumatera Barat.

Di antara deburan ombak dan batu-batu pemecah gelombang, puluhan pejabat tinggi Sumatera Barat turun tangan memungut sampah. Mereka menanggalkan sejenak formalitas kantor, mengganti jas dan dasi dengan kaos merah putih, lalu turun ke pasir, memungut sampah.

Dipimpin langsung oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, aksi gotong royong itu menjadi simbol perayaan HUT ke-80 RI dengan cara yang sederhana, namun sarat makna.

Gubernur Sumbar Mahyeldi berada di barisan depan. Tangannya yang biasanya sibuk menandatangani berkas, kali ini kotor oleh pasir dan plastik.

 “Perayaan kemerdekaan jangan sekadar seremoni. Mari kita rayakan dengan aksi nyata yang memberi manfaat bagi rakyat dan lingkungan,” ujarnya sembari memungut sampah yang terselip di bebatuan.

“Mari kita rayakan kemerdekaan dengan aksi nyata. Jaga kebersihan pantai, rawat ekosistem, dan jangan buang sampah sembarangan. Inilah semangat kerja bersama untuk Sumbar yang lebih baik,” ujarnya.

Dengan seragam bernuansa merah putih, para pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, hingga Forkopimda tampak berbaur tanpa sekat. Ada yang membawa karung, ada yang menyusuri bebatuan, semua kompak membersihkan sampah plastik yang terselip di sela batu.

Kapolda, Kajati, hingga para pimpinan BUMN/BUMD dan Kepala OPD yang ada di lokasi berjongkok bersama, tertawa sambil saling membantu menarik gumpalan sampah yang tersangkut. Tidak ada sekat jabatan. Semua sama, semua bekerja.

Kebersamaan yang Jadi Teladan

Gubernur Mahyeldi mengapresiasi kekompakan tersebut. Menurutnya, kebersamaan adalah energi besar untuk menyelesaikan persoalan bangsa, termasuk menjaga lingkungan.

“Semua elemen hadir, bergerak bersama. Ini contoh nyata bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kolektif,” katanya.

Ketua Forum Paguyuban Pimpinan Instansi Vertikal Sumbar sekaligus Kajati Sumbar, Yuni Daru, menyebut aksi ini sebagai simbol kepedulian bersama. 

“Lingkungan yang bersih adalah hak semua orang. Jangan buang sampah sembarangan agar alam kita tetap sehat,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menekankan pentingnya menjadikan budaya gotong royong sebagai ruh pembangunan daerah.

 “Kebersamaan ini bisa jadi role model untuk menyatukan potensi membangun Sumbar,” ujarnya.

Tak Hanya Bersih Pantai

Tak hanya berhenti di memungut sampah, rombongan juga menanam pohon kelapa di sekitar Masjid Al Hakim — ikon wisata religi di tepi Pantai Padang.

Pohon-pohon itu diharapkan tumbuh menjadi peneduh sekaligus menjadi simbol kelestarian, sekaligus menambah keindahan pesisir. Menjadi pengingat: bahwa kemerdekaan sejati adalah meninggalkan warisan kebaikan bagi generasi berikutnya.

Di tengah suasana hangat dan penuh semangat merah putih, aksi tersebut seakan memberi pesan kuat: merayakan kemerdekaan bukan hanya soal pesta, melainkan tentang meninggalkan jejak kebaikan bagi bumi dan generasi mendatang.

Pantai Padang menjadi saksi semangat kemerdekaan, Sabtu (16/8). Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama jajaran Forkopimda, instansi vertikal, hingga BUMN turun langsung memungut sampah di antara bebatuan pemecah ombak. 

Aksi gotong royong itu menjadi simbol perayaan HUT ke-80 RI dengan cara yang sederhana, namun sarat makna: merdeka harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar seremoni. (bs)