![]() |
| Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan ATS di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Jumat (12/9/2025). |
7.178 ATS Masih Jadi PR Besar
Padang – Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Saat ini jumlah ATS di Kota Padang mencapai 7.178 anak. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 36 persen yang berhasil didata secara detail, sedangkan 64 persen sisanya masih dalam proses.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menekankan hal ini saat memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan ATS di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Jumat (12/9/2025).
“Pendidikan adalah hak dasar anak yang tidak boleh diabaikan. Kita menargetkan tidak boleh ada lagi anak usia sekolah yang tercecer dari sistem pendidikan. Upaya ini menjadi perhatian serius demi mewujudkan generasi emas Kota Padang,” tegas Maigus.
Ia meminta seluruh pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha hingga masyarakat, untuk bersinergi.
Pendataan di tingkat RT, kata Maigus, harus lebih proaktif agar setiap anak yang putus sekolah bisa segera ditemukan dan diberikan solusi.
“Dengan kolaborasi semua pihak, target Nol Anak Putus Sekolah di Kota Padang insya Allah dapat segera terwujud,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Nurfitri, memaparkan data terbaru per 11 September 2025, jumlah ATS di Kota Padang mencapai 7.178 anak.
"Dari jumlah tersebut, baru sekitar 36 persen yang berhasil didata secara detail, sedangkan 64 persen sisanya masih dalam proses," ungkapnya.
Nurfitri menjelaskan, ada tiga faktor utama penyebab anak putus sekolah. Pertama, faktor lingkungan yang membuat anak terpengaruh hal negatif.
"Kedua, faktor internal sekolah, yakni masih adanya oknum pendidik yang keliru menyikapi persoalan anak hingga menimbulkan trauma. Ketiga, faktor ekonomi keluarga, di mana sekitar 28 persen ATS terpaksa bekerja membantu orang tua memenuhi kebutuhan rumah tangga," terangnya.
Untuk mengatasi hal itu, Pemko menyiapkan dua jalur strategi. Bagi anak usia sekolah, akan dikembalikan ke pendidikan formal sesuai jenjangnya. Sementara anak yang sudah melewati usia sekolah akan diarahkan ke pendidikan non formal melalui Paket A, B, dan C. (bs)
