![]() |
| Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis meninjau lokasi terdampak banjir dan longsor di sejumlah nagari di Kecamatan Tanjung Raya. Kamis (12/2). |
AGAM — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah nagari di Kecamatan Tanjung Raya. Kamis (12/2), Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, MM Dt Tan Batuah turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.
Salah satu titik yang ditinjau adalah kawasan Aia Tigo Raso, Nagari Koto Kaciak, yang terdampak genangan dan material banjir. Di lokasi tersebut, Bupati melihat langsung sisa lumpur dan kayu yang terbawa arus, serta kondisi permukiman warga yang sempat terendam.
Didampingi Kepala Dinas PUTR, Kepala Dinas Sosial, Kalaksa BPBD Kabupaten Agam, serta unsur Basarnas, Benni Warlis memantau proses pembersihan dan berdialog dengan masyarakat guna memastikan kebutuhan mendesak terpenuhi.
“Kita ingin memastikan penanganan darurat berjalan maksimal dan masyarakat segera bisa kembali beraktivitas normal,” ujar Bupati di sela peninjauan.
Tak hanya permukiman, rombongan juga meninjau fasilitas pendidikan yang terdampak, termasuk SMPN 2 Tanjung Raya. Di sekolah tersebut, lumpur masuk ke ruang kelas dan merusak meja, bangku, serta sejumlah sarana prasarana belajar.
Suasana gotong royong terlihat saat guru dan siswa bersama-sama membersihkan ruang kelas dari sisa material banjir. Melihat kondisi itu, Bupati langsung menginstruksikan percepatan penanganan, termasuk pengerahan armada Dinas Pemadam Kebakaran untuk membantu penyemprotan dan pembersihan sisa lumpur.
“Saya mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat dan para siswa. Pemerintah daerah akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada agar proses pembersihan dan pemulihan segera tuntas,” tegasnya.
Pemkab Agam memastikan pemantauan terus dilakukan di titik-titik banjir dan longsor, sekaligus mempercepat langkah pemulihan agar aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar mengajar, dapat kembali berjalan normal dalam waktu sesingkat mungkin.
Bencana ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Agam dalam beberapa hari terakhir.(bs/rls)
