Ekonomi 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Presiden Prabowo Targetkan 5,6 Persen di 2026 - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Ekonomi 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Presiden Prabowo Targetkan 5,6 Persen di 2026

Sabtu, 14 Februari 2026, 12.10 WIB

Forum Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026)

JAKARTA — Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia akan melaju lebih kencang pada 2026. Setelah mencatat pertumbuhan 5,11 persen sepanjang 2025, laju ekonomi nasional ditargetkan meningkat ke kisaran 5,4–5,6 persen tahun depan.

Optimisme itu disampaikan Presiden RI, Prabowo Subianto, saat memimpin forum Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Presiden menegaskan strategi Indonesia Incorporated sebagai arah baru pembangunan ekonomi nasional — sebuah pendekatan yang menekankan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

“Kita harus bangkit menjadi bangsa yang berdiri tegak, membangun kehidupan yang lebih baik dan sejahtera bagi seluruh rakyat,” tegas Presiden.

Tumbuh di Tengah Tantangan Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski ekonomi global stagnan di kisaran 3 persen.

Pada kuartal IV-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,39 persen — tertinggi kedua di G20 setelah India. Perbaikan juga tercermin pada indikator sosial: tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25 persen, rasio gini membaik ke 0,363, dan pengangguran terbuka menyusut ke 4,74 persen dengan tambahan 2,71 juta lapangan kerja.

Program Prioritas Jadi Motor Pertumbuhan

Untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi pada 2026, pemerintah mengandalkan tiga program prioritas sebagai mesin penggerak ekonomi, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Program 3 Juta Rumah.

Program MBG yang dikelola Badan Gizi Nasional telah menjangkau 60,2 juta penerima manfaat di 38 provinsi. Dengan belanja harian mencapai Rp900 miliar, program ini disebut memiliki efek pengganda tinggi. Kajian BPS menunjukkan setiap Rp1 anggaran mampu menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp7.

Di sisi fiskal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan APBN 2026 tetap ekspansif namun terukur. Belanja kuartal I-2026 diproyeksikan mencapai Rp809 triliun dengan defisit dijaga di bawah 3 persen terhadap PDB.

“Kita keluarkan belanja di awal tahun untuk menjaga momentum. Prospek jangka menengah kita sangat baik,” ujarnya.

Investasi dan Pasar Modal Mulai Stabil

Selain belanja negara, pembiayaan non-APBN diperkuat melalui proyek hilirisasi lintas sektor dengan total investasi sekitar 26 miliar dollar AS dan potensi penciptaan lebih dari 600.000 lapangan kerja.

Pasar keuangan pun mulai menunjukkan perbaikan. IHSG rebound sejak awal Februari 2026 dan arus modal asing kembali masuk, terutama ke pasar obligasi.

Pemerintah juga memperluas akses pasar global melalui berbagai perjanjian dagang strategis, termasuk kerja sama ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa dan Kanada.

Dengan kombinasi belanja ekspansif, reformasi tata kelola, serta percepatan investasi, pemerintah berharap ekonomi Indonesia tak sekadar tumbuh stabil, tetapi mampu melakukan lompatan menuju fase transformasi yang lebih tinggi.(*/mb)