Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Agam, Ratusan Warga Mengungsi - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Agam, Ratusan Warga Mengungsi

Kamis, 12 Februari 2026, 08.30 WIB

 

Banjir di Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Rabu (11/1/2026) malam. 

AGAM — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Agam sejak Rabu (11/1/2026) sore hingga malam, memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Bencana tersebut menyebabkan akses jalan terputus, infrastruktur rusak, dan ratusan warga terpaksa mengungsi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Gafur, mengatakan laporan kejadian diterima pada pukul 19.26 WIB. Peristiwa banjir dan longsor terjadi sekitar pukul 18.30 WIB dan berdampak signifikan di tiga kecamatan, yakni Palembayan, Tanjung Raya, dan Lubuk Basung.

“Dampaknya cukup luas. Sejumlah jembatan darurat hanyut, ruas jalan provinsi tertutup longsor, dan warga mengungsi demi keselamatan,” ujar Gafur, Kamis (12/1/2026).

Di Kecamatan Palembayan, banjir merendam Nagari Salareh Aia dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter. Luapan sungai menghanyutkan jembatan sementara yang menghubungkan Masjid Syuhada Sawah Laweh dengan Kampung Pili. Debit sungai yang meningkat tajam juga menghanyutkan jembatan darurat di Jorong Subarang Aia, sehingga akses antarwilayah terputus.

Sementara itu, di Kecamatan Tanjung Raya, tanah longsor menutup ruas jalan provinsi di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko. Material longsor sepanjang sekitar 50 meter dengan ketinggian mencapai 1,5 meter menimbun badan jalan dan menimpa satu unit mobil yang melintas. Dua penumpang kendaraan tersebut selamat setelah berhasil menyelamatkan diri.

Longsor juga merusak tiang listrik di sekitar lokasi dan menyebabkan aliran listrik padam. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas di jalur tersebut.

Sebanyak 30 kepala keluarga atau sekitar 80 jiwa mengungsi ke SDN 09 Lubuak Sao. Di Nagari Koto Kaciak, banjir merendam permukiman di Jorong Koto Kaciak dan Jorong Pasa Rabaa, sehingga 90 kepala keluarga dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Di Nagari Maninjau, tepatnya di Jorong Bancah, luapan Sungai Batang Balok menggenangi Jalan Maninjau–Sungai Batang dan merendam SDN 09 Bancah. Warga setempat berupaya membuat tanggul darurat secara manual untuk menahan aliran air.

Bencana juga terjadi di Kecamatan Lubuk Basung. Di Jorong Siguhung, Nagari Lubuk Basung, dua rumah warga terendam akibat meluapnya Batang Siguhung. Selain itu, satu ruas jalan provinsi dilaporkan tergerus air dan berpotensi terban apabila hujan kembali turun.

BPBD Kabupaten Agam bersama unsur Polres, PMI, Basarnas, pemerintah kecamatan, nagari, dan masyarakat telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Satu unit alat berat dari Dinas PUPR Kabupaten Agam disiagakan di sekitar titik longsor.

Namun, pembersihan material longsor dijadwalkan dilakukan pada Kamis pagi karena kondisi di lapangan masih rawan terjadi longsor susulan.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat curah hujan masih tinggi di sejumlah wilayah Kabupaten Agam.(mb)