![]() |
| Universitas Andalas melaksanaan wisuda periode I 2026, Sabtu (14/3/2026) yang digelar secara terpusat di Auditorium Kampus Limau Manis. |
PADANG — Universitas Andalas menghadirkan format baru dalam pelaksanaan wisuda periode I 2026, Sabtu (14/3/2026). Prosesi digelar secara terpusat di tingkat universitas, dengan pemindahan tali toga dilakukan langsung oleh Rektor serta penyerahan ijazah secara langsung oleh masing-masing dekan kepada wisudawan.
Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D. menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada orang tua dan wisudawan.
“Biasanya pada wisuda sebelumnya, pemindahan toga oleh rektor hanya bersifat simbolis. Kali ini, toga dipindahkan langsung oleh rektor dan ijazah diserahkan langsung oleh dekan. Ini untuk memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi mahasiswa dan orang tua,” ujarnya Rektor Efa Yonnedi saat diwawancarai usai pelaksanakaan wisuda I Tahun 2026 Program Diploma, Sarjana, Profesi, Spesialis, Magister, Doktor dan Spesialis di Auditorium Kampus Limau Manis.
Selain memberikan pengalaman yang lebih personal, sistem terpusat ini juga dinilai lebih efisien. Jika wisuda dilaksanakan di dua level, fakultas dan universitas seringkali membutuhkan banyak gedung dan ruangan. Pada periode tertentu, jumlah wisudawan di fakultas juga tidak terlalu banyak sehingga tidak memungkinkan digelarnya wisuda tersendiri.
“Kalau universitas hanya simbolis, ada lulusan yang tidak mendapatkan momen terakhir yang utuh bersama universitas. Karena itu, dengan dukungan seluruh dekan, mulai periode ini wisuda kita laksanakan secara tertutup dan terpusat,” jelasnya.
Rektor Efa Yonnedi mengungkapkan, meski berlangsung cukup panjang dan melelahkan, prosesi wisuda berjalan lancar dan khidmat, sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi para lulusan dan keluarga yang hadir.
Rektor Efa Yonnedi menambahkan, pada periode I 2026 ini jumlah wisudawan mencapai 1.333 orang. Angka tersebut masih memungkinkan pelaksanaan wisuda dalam satu hari penuh.
“Hari ini totalnya 1.333 wisudawan. Biasanya puncak wisuda terjadi pada Agustus atau September. Nanti kita akan atur, kalau jumlahnya sangat besar tentu bisa dilaksanakan beberapa hari,” jelasnya didampingi Sekretaris Universitas Aidinil Zetra.
Menurutnya, untuk jumlah sekitar 1.000 hingga 1.300 orang, prosesi masih efektif digelar dalam satu hari dan dapat diselesaikan sebelum waktu salat zuhur.
“Dengan sistem yang lebih terpusat dan tertata, pelaksanaan bisa lebih efisien. Bahkan sebelum salat dzuhur sudah selesai,” ujarnya.
Ia menegaskan, pola ini akan terus dievaluasi agar tetap menjaga kekhidmatan prosesi sekaligus kenyamanan wisudawan dan keluarga yang hadir.(bs)
