![]() |
| Wali Kota Padang, Fadly Amran menerika penghargaan Sertifikat Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq. |
JAKARTA – Komitmen Kota Padang dalam membenahi tata kelola persampahan berbuah apresiasi di tingkat nasional. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia di Gedung Balai Kartini, Rabu (25/2/2026), Kota Padang berhasil meraih Sertifikat Menuju Kota Bersih (Sertifikat Adipura).
Penghargaan tersebut diterima langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran, dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq.
Menariknya, tahun ini tidak ada satu pun daerah di Indonesia yang berhasil meraih Piala Adipura maupun Piala Adipura Kencana. Standar penilaian yang semakin ketat membuat Sertifikat Adipura menjadi penghargaan tertinggi yang diberikan secara nasional pada 2026.
“Tahun ini ambang batas nilai sangat tinggi. Tidak ada daerah yang menembus skor 75. Artinya, tidak ada penerima Piala Adipura maupun Adipura Kencana. Sertifikat Adipura menjadi capaian tertinggi,” ungkap Fadly.
Dengan nilai 71,44, Kota Padang menempati peringkat ke-8 nasional dalam pengelolaan sampah. Dari ratusan kabupaten/kota di Indonesia, hanya 13 kota dan 22 kabupaten yang menerima penghargaan tahun ini.
Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa sistem pengelolaan sampah di Kota Padang bergerak ke arah yang lebih baik. Namun, Fadly mengakui pekerjaan rumah masih cukup besar.
Saat ini, sekitar 73,25 persen sampah Kota Padang masih berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Sementara target nasional mengharuskan angka tersebut ditekan hingga di bawah 30 persen.
Bagi Fadly, penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pemicu untuk mempercepat transformasi sistem persampahan di Kota Padang — mulai dari pengurangan di sumber, penguatan bank sampah, optimalisasi Lembaga Pengelola Sampah (LPS), hingga peningkatan kesadaran masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup, LPS, Bank Sampah, dan seluruh masyarakat Kota Padang yang terus menjaga kebersihan kota ini. Ini hasil kerja bersama,” ujarnya.
Dengan capaian ini, Padang menegaskan posisinya sebagai salah satu kota yang serius membenahi persoalan sampah. Tantangan masih ada, tetapi langkah menuju kota yang lebih bersih kini semakin nyata.(bs/rls)
