Ledakan Kapal di Selat Hormuz, 4 WNI Jadi Korban: 1 Luka Bakar, 3 Masih Hilang - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Ledakan Kapal di Selat Hormuz, 4 WNI Jadi Korban: 1 Luka Bakar, 3 Masih Hilang

Minggu, 08 Maret 2026, 22.30 WIB

 

Empat warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban dalam insiden ledakan dan kebakaran kapal tugboat Musaffah 2 di Selat Hormuz. 

JAKARTA — Empat warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban dalam insiden ledakan dan kebakaran kapal tugboat Musaffah 2 di Selat Hormuz. Dari jumlah tersebut, satu orang mengalami luka bakar, satu lainnya selamat, sementara tiga awak kapal masih dalam pencarian.

Juru bicara pertama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Yvonne Mewengkang, mengatakan insiden terjadi saat kapal Musaffah 2 sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safeen Prestige yang mengalami kerusakan.

“Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar. Saat kejadian, empat WNI ABK berada di kapal Musaffah 2 dan satu WNI teknisi berada di kapal kontainer Safeen Prestige,” kata Yvonne kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).

Ia menjelaskan satu WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) mengalami luka bakar dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit di Khasab, Oman. Sementara satu WNI teknisi dilaporkan selamat dan telah berada di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Selain itu, tiga WNI lainnya yang merupakan ABK Musaffah 2 masih dinyatakan hilang dan tengah dalam proses pencarian oleh otoritas setempat.

Perwakilan Indonesia di Uni Emirat Arab dan Oman disebut terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta perusahaan kapal untuk mencari korban yang hilang dan memastikan penanganan korban selamat.

“Saat ini perwakilan RI di PEA dan Oman secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat dan perusahaan kapal untuk proses pencarian tiga awak WNI yang hilang serta memastikan perawatan korban yang selamat,” ujar Yvonne.

Kementerian Luar Negeri juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut. Hingga kini, otoritas di Uni Emirat Arab dan Oman masih menyelidiki penyebab ledakan kapal tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan kapal Musaffah 2 yang berbendera Uni Emirat Arab mengalami ledakan pada Kamis (6/3) sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Kapal tersebut tenggelam di perairan antara Uni Emirat Arab dan Oman di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute perdagangan energi utama dunia.

Kemlu RI juga mengimbau seluruh WNI di kawasan Timur Tengah, termasuk yang bekerja di kapal, agar meningkatkan kewaspadaan, memantau situasi melalui sumber resmi, serta menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat untuk memastikan penanganan cepat jika terjadi keadaan darurat. 

Kemlu menyebut perwakilan RI berkoordinasi dengan otoritas PEA, Oman dan pihak perusahaan Safeen Prestige. Musaffah 2 terdiri dari 7 personel kapal yang berkewarganegaraan Indonesia, India, dan Filipina.(*/mb)