PADANG, — Tiga remaja berstatus pelajar tertabrak kereta api di jalur rel KM 15+200, tepatnya di depan SLB Karya Padang, Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuktabing, Kecamatan Kototangah, Padang, Sabtu (7/3/2026) malam.
Akibat peristiwa tersebut, satu orang pelajar meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka kritis setelah terpental akibat benturan dengan kereta yang melintas sekitar pukul 19.15 WIB.
Kereta yang menabrak para korban diketahui adalah Kereta Api Lembah Anai B.56 A yang sedang melaju dari arah Padang menuju Pariaman.
Kapolsek Kototangah, Afrino, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan seluruh korban merupakan pelajar yang berasal dari Sungai Geringging.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Wahyu Rizki Anugrah (18), pelajar SMAN 1 Sungaigeringging. Sementara dua korban lainnya, David Ricardo dan Valza (17), dilaporkan dalam kondisi kritis.
Menurut Afrino, sebelum kejadian ketiga korban bersama beberapa temannya berkumpul di sekitar jalur rel kereta api. Mereka diketahui sedang menunggu rombongan teman lainnya untuk berangkat bermain futsal.
“Sambil menunggu teman-temannya, ketiga korban duduk di atas rel kereta api,” kata Afrino, Minggu (8/3/2026).
Pada saat bersamaan, kereta api melintas di jalur tersebut. Masinis disebut telah membunyikan semboyan 35 atau klakson peringatan secara berulang kali sebagai tanda adanya kereta yang melintas.
Namun, para korban diduga tidak menyadari kedatangan kereta tersebut sehingga benturan tidak dapat dihindari. Ketiganya terpental dari jalur rel setelah tertabrak kereta yang melintas.
Mendapat laporan dari warga, polisi segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara dan mengevakuasi para korban.
Para korban kemudian dilarikan ke RS Hermina Padang untuk mendapatkan penanganan medis.
“Petugas langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Hermina Padang. Satu orang dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter, sementara dua lainnya masih dalam penanganan serius karena kondisi kritis,” ujar Afrino.(bs)
