![]() |
| Uji coba rekayasa lalu lintas sistem one way di jalur Lembah Anai, Senin (16/3) berjalan lancar. |
Padang,– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat melakukan uji coba rekayasa lalu lintas sistem one way di jalur Lembah Anai, Senin (16/3). Uji coba ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan kendaraan pada arus mudik Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani, mengatakan simulasi tersebut dilaksanakan pada waktu yang disesuaikan dengan kondisi yang diperkirakan terjadi saat hari pelaksanaan nanti.
“Pelaksanaan uji coba one way untuk jalur Lembah Anai hari ini sudah kita laksanakan dan waktunya disesuaikan dengan kondisi pada hari H nanti. Alhamdulillah pelaksanaannya berjalan lancar,” ujarnya saat meninjau langsung pelaksanaan uji coba.
Menurut Dedy, hasil simulasi ini akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan skema rekayasa lalu lintas sebelum diterapkan secara penuh. Pihaknya masih memiliki waktu sekitar tiga hari untuk melakukan perbaikan apabila ditemukan kekurangan selama uji coba berlangsung.
“Kita akan evaluasi hasil uji coba hari ini. Jika ada kekurangan tentu akan kita lakukan perbaikan agar saat pelaksanaan nanti bisa berjalan lebih optimal,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa pada hari pelaksanaan sistem satu arah tersebut, pihaknya berencana mengundang Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama jajaran kepolisian untuk secara simbolis melepas kendaraan yang akan melintasi jalur one way.
Dedy menambahkan, penerapan sistem satu arah ini diharapkan dapat membantu memperlancar arus kendaraan, terutama bagi para pemudik yang pulang ke Sumatera Barat agar tidak terlalu lama terjebak kemacetan.
Berdasarkan prediksi Dishub Sumbar, jumlah kendaraan yang masuk ke Sumatera Barat pada periode mudik tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 10 hingga 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, pengaturan lalu lintas tahun ini dinilai lebih menantang dibandingkan tahun lalu. Jika sebelumnya masih tersedia jalur alternatif melalui Malalak, kini arus kendaraan lebih banyak terfokus melalui jalur Lembah Anai.
“Kalau tahun lalu kita masih memiliki jalur Malalak sebagai alternatif, tahun ini hanya Lembah Anai yang bisa digunakan. Karena itu manajemen rekayasa lalu lintas menjadi lebih berat,” ungkapnya.
![]() |
| Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani diwawancarai usai uji coba rekayasa lalu lintas sistem one way di jalur Lembah Anai, Senin (16/3). |
Skema One Way Berbasis Waktu
Selain pembatasan angkutan barang, pemerintah juga menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah berbasis waktu di jalur Padang – Padang Panjang yang melintasi kawasan Lembah Anai, salah satu titik rawan kemacetan saat musim mudik.
“Pukul 10.00 hingga 14.00 WIB arus kendaraan diberlakukan satu arah dari Padang menuju Padang Panjang. Selanjutnya pukul 14.00 sampai 18.00 WIB arus satu arah diberlakukan dari Padang Panjang menuju Padang. Pada setiap pergantian waktu akan diterapkan clearance time untuk memastikan ruas jalan benar-benar steril sebelum arus berikutnya dibuka,” jelas Dedy.
Selama masa Angkutan Lebaran 2026, jalur Lembah Anai juga akan dibuka 24 jam mulai H-10 hingga H+10 Lebaran, khusus untuk kendaraan ringan roda empat dan sepeda motor.
Pemerintah Provinsi Sumbar mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mematuhi seluruh pengaturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan selama periode Lebaran. (bs)

