Pasang Pukat Berujung Petaka, Pria 58 Tahun Hanyut di Sungai Batang Hari Solok Selatan - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Pasang Pukat Berujung Petaka, Pria 58 Tahun Hanyut di Sungai Batang Hari Solok Selatan

Minggu, 31 Mei 2026, 22.10 WIB

 

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban hanyut di Sungai Batang Hari, Jorong Sinuek, Nagari Dusun Tangah, Kabupaten Solok Selatan, Minggu (31/5).

SOLOK SELATAN, — Upaya pencarian terhadap seorang pria yang hanyut di Sungai Batang Hari, Jorong Sinuek, Nagari Dusun Tangah, Kabupaten Solok Selatan, masih terus dilakukan tim SAR gabungan. Memasuki hari kedua operasi pencarian, Minggu (31/5/2026), korban belum berhasil ditemukan.

Korban diketahui bernama Sutrisno (58), warga Kecamatan Sangir Balai Janggo. Ia dilaporkan hanyut saat memasang pukat di aliran Sungai Batang Hari pada Sabtu (30/5/2026) sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.59 WIB. Saat tengah memasang alat tangkap ikan, korban diduga kehilangan kendali dan terseret derasnya arus sungai.

Rekan korban, Jon, yang berada di lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun kuatnya arus sungai membuat korban tak mampu diselamatkan dan akhirnya hilang terbawa arus.

Warga setempat langsung melakukan pencarian awal, tetapi korban belum ditemukan hingga laporan diterima petugas SAR.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan tim SAR gabungan bergerak melakukan operasi pencarian sejak Minggu pagi dengan membagi personel ke dalam dua tim pencarian atau Search and Rescue Unit (SRU).

“Pada operasi SAR hari kedua, tim melakukan penyisiran menggunakan perahu rafting dan LCR dengan radius pencarian sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian. Namun hingga sore hari korban masih belum ditemukan,” ujar Abdul Malik.

Dalam operasi tersebut, SRU 1 menyisir area sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu rafting, sementara SRU 2 melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai menggunakan Landing Craft Rubber (LCR).

Berbagai peralatan dikerahkan untuk mendukung pencarian, mulai dari Rescue Carrier, LCR, perahu rafting, peralatan evakuasi, medis, komunikasi, hingga peralatan pendukung lainnya.

Abdul Malik menegaskan, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Senin (1/6/2026) pagi dengan harapan korban segera ditemukan.

“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan akan melanjutkan pencarian dengan tetap mengedepankan keselamatan personel. Mudah-mudahan korban bisa segera ditemukan,” katanya.

Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur gabungan terdiri dari personel TNI, Polri, BPBD, perangkat nagari, serta masyarakat setempat.

Di tengah upaya pencarian, tim juga menghadapi kendala berupa tidak adanya jaringan komunikasi di lokasi operasi. Meski demikian, koordinasi antarpetugas tetap dilakukan untuk memastikan proses pencarian berjalan maksimal.

Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan, sehingga operasi dapat berlangsung sesuai rencana meski hasil pencarian hingga hari kedua masih nihil. (bs)