![]() |
| Rektor UNAND Efa Yonnedi menyalami wisudawan pada Wisuda II Tahun 2026 Universitas Andalas, Sabtu (9/5/2026). |
PADANG — Universitas Andalas menegaskan komitmennya membangun pendidikan tinggi yang inklusif dengan membuka akses seluas-luasnya bagi seluruh anak bangsa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas.
Rektor UNAND, Efa Yonnedi, mengatakan setiap mahasiswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan tinggi dan berkembang sesuai potensinya.
“Kita memang berkomitmen menjadi kampus yang inklusif. Semua anak bangsa mempunyai hak yang sama untuk mengikuti pendidikan tinggi, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas,” ujar Rektor UNAND Efa Yonnedi Wisuda II Tahun 2026 Universitas Andalas, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, komitmen tersebut tidak berhenti pada penerimaan mahasiswa, tetapi juga diwujudkan melalui dukungan layanan akademik yang memadai agar mahasiswa dapat mengikuti seluruh proses perkuliahan dengan baik.
Salah satu bentuk dukungan itu adalah penyediaan juru bahasa isyarat dalam kegiatan akademik, termasuk prosesi wisuda.
Efa menilai keberhasilan mahasiswa disabilitas menyelesaikan pendidikan menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi di perguruan tinggi.
“Buktinya mereka mampu mengikuti seluruh proses perkuliahan dengan baik dan tamat dengan baik. Artinya yang memiliki keterbatasan saja mampu menyelesaikan studi dan kompeten, apalagi yang tidak memiliki keterbatasan,” katanya.
Sebelumnya, dalam Wisuda II Tahun 2026, UNAND memberikan apresiasi khusus kepada Rafael Fadly Harianja, mahasiswa disabilitas rungu dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian yang berhasil menyelesaikan studinya.
Menurut Efa, keberhasilan tersebut menjadi pesan penting bahwa dunia pendidikan tinggi harus membuka ruang yang setara bagi semua kalangan tanpa diskriminasi.
“Kampus harus menjadi tempat yang memberi kesempatan bagi semua untuk berkembang,” ujarnya.(bs)
.jpg)