![]() |
| Para pemenang ajang Anugerah Insan Pers UNAND Sekretaris Universitas Andalas Aidinil Zetra didampingi Kepala Kantor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi Publik UNAND Hary Efendi. |
PADANG — Tujuh puluh tahun perjalanan Universitas Andalas (UNAND) tidak hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi juga dengan memberikan penghargaan kepada mereka yang telah meninggalkan jejak melalui karya, pengabdian dan dedikasi.
Semangat itu terasa dalam Malam Anugerah Dies Natalis ke-70 (Lustrum XIV) Universitas Andalas yang berlangsung meriah di Pangeran Beach Hotel, Senin (14/9) malam.
Malam anugerah tersebut menjadi puncak apresiasi atas kontribusi para alumni, insan pers dan berbagai pihak yang dinilai telah memberikan dampak bagi perkembangan UNAND maupun masyarakat.
“Tujuh puluh tahun sudah Universitas Andalas berdiri kokoh di ranah Minang, menjadi benteng ilmu pengetahuan, serta mencetak generasi unggul untuk Indonesia dan dunia,” demikian semangat yang mengemuka dalam malam penghargaan tersebut.
Memasuki Lustrum XIV, perjalanan panjang UNAND menjadi momentum untuk mensyukuri sekaligus merayakan dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan sivitas akademika, alumni serta para mitra.
Malam Anugerah dihadiri Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, SP., M.I.M., Chief Executive Officer (CEO) PT Paragon Technology and Innovation Hj. Nurhayati Subakat, Rektor UNAND Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akuntan, serta sejumlah rektor senior UNAND.
Di antaranya Prof. Dr. Ir. Fachri Ahmad, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, MS., Prof. Dr. Werry Darta Taifur, S.E., M.A., Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., M.B.A., dan Prof. Dr. Yuliandri, S.H., M.H.
Turut hadir Ketua Majelis Wali Amanat Prof. Dr. Ir. Febrin Anas Ismail, MT., beserta anggota, Ketua Senat Akademik Universitas Prof. Dr. Syafrizal Sy beserta anggota, Wakil Rektor I, II, III dan IV, Sekretaris Universitas Andalas Dr. Aidinil Zetra, S.IP., M.A., serta Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNAND Deni Abdi, S.E., M.Si., yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Hadir pula Ketua Panitia Dies Natalis ke-70 UNAND Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp. VE (K), FIATCVS, para ketua lembaga, Ketua SPI, dekan, Direktur Sekolah Pascasarjana, direktur direktorat, Ketua Dharma Wanita Persatuan UNAND Dr. dr. Laila Isrona, alumni, tokoh senior, mitra perbankan, media partner dan sivitas akademika UNAND.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia Dies Natalis ke-70 UNAND Dr. dr. Muhammad Riendra, kemudian sambutan Ketua Umum IKA UNAND Deni Abdi dan Rektor UNAND Dr. Efa Yonnedi.
Suasana semakin semarak dengan penampilan Vocal Group Dewan Profesor, sebelum dilanjutkan sambutan CEO PT Paragon Hj. Nurhayati Subakat yang selama ini turut mendukung pengembangan pendidikan melalui kontribusi terhadap dana abadi UNAND.
Sambutan berikutnya disampaikan Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah.
Enam Alumni Inspiratif Diganjar Penghargaan
Salah satu agenda utama malam tersebut adalah penganugerahan Anugerah Alumni Inspiratif UNAND Tahun 2026.
Para penerima penghargaan berasal dari usulan perwakilan IKA UNAND maupun usulan mandiri. Proses seleksi dilakukan melalui verifikasi portofolio dan rekam jejak terhadap 151 nominator.
Pada kelompok pertama, penghargaan diberikan untuk tiga kategori. Alumni Milenial/Gen Z diraih Elsa Maharrani, kategori Entrepreneur diberikan kepada Rendy Alfuadi, S.Kom., sedangkan kategori Birokrat/Layanan Publik diraih dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA.
Penghargaan diserahkan Ketua Panitia Dies Natalis ke-70 UNAND Dr. dr. Muhammad Riendra.
Setelah itu, penghargaan berlanjut untuk kategori Kiprah Internasional, Peneliti/Inventor dan Tokoh Penggerak.
Kategori Kiprah Internasional diberikan kepada Prof. dr. Erlina Burhan, Sp.P (K), M.Sc., Ph.D., kategori Peneliti/Inventor kepada Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc., dan kategori Tokoh Penggerak kepada Ir. Djoni.
Penghargaan tersebut diserahkan Ketua Umum IKA UNAND Deni Abdi.
Fachri Ahmad Raih Lifetime Achievement
Malam semakin istimewa ketika UNAND memberikan Lifetime Achievement Award 2026 kepada Prof. Dr. Ir. H. Fachri Ahmad, M.Sc.
Penghargaan khusus tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan kiprah panjang Fachri Ahmad bagi UNAND.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor UNAND Dr. Efa Yonnedi.
Sebelum penghargaan tersebut, suasana malam diwarnai pembacaan puisi oleh Dharma Wanita Persatuan UNAND yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri.
Jurnalis Peraih Anugerah Insan Pers
Panggung penghargaan kembali menjadi perhatian ketika UNAND mengumumkan pemenang Sayembara Menulis Artikel dan Konten Kreator Anugerah Insan Pers Universitas Andalas 2026.
Ajang tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada insan pers yang berkontribusi dalam diseminasi informasi positif tentang UNAND dalam rangka Dies Natalis ke-70 dengan tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak.”
Sayembara diikuti jurnalis dari berbagai media nasional dan lokal serta Lembaga Pers Mahasiswa di lingkungan UNAND.
Pada kategori Jurnalis Media Cetak/Online, Juara I diraih Heri Faizal dari Langgam.id, Juara II Ardasani dari Haluan, dan Muharman dari Harian Rakyat Sumbar meraih Juara III.
Sementara kategori Jurnalis Lembaga Pers Mahasiswa di lingkungan UNAND, Juara I diraih Oktavia Ramadhani dari Genta Andalas, Juara II Zaki Latif Bagia Rahman dari Genta Andalas, dan Juara III Cici Famelya dari LPM Detak Alinea.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas peran pers dalam menyampaikan berbagai capaian, inovasi, riset, prestasi dan pengabdian UNAND kepada masyarakat.
Symphony Minang hingga Tari Malamang
Kemegahan malam penghargaan semakin terasa melalui Grand Performance “Simphony of Minang Heritage”. Pertunjukan tersebut memadukan kemewahan busana adat Minangkabau dengan alunan vokal generasi muda.
Penampilan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana identitas budaya Minangkabau dapat dikemas secara kreatif di panggung modern.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan Tari Kreasi Malamang yang dibawakan mahasiswa Unit Kegiatan Seni UNAND.
Tari tersebut mengangkat tradisi masyarakat Minangkabau dalam membuat lamang, makanan berbahan dasar beras ketan dan santan yang dimasak di dalam ruas bambu berlapis daun pisang.
Malamang tidak sekadar menggambarkan aktivitas memasak. Tradisi tersebut menjadi simbol kebersamaan, gotong royong dan pelestarian warisan budaya Minangkabau.
Dalam pertunjukan, lima penari menggunakan tiga properti utama, yakni bambu, dulang dan lata. Bambu melambangkan proses pembuatan lamang, dulang menggambarkan persiapan dan kebersamaan, sedangkan lata menjadi simbol tempat pembakaran tradisional.
Karya tersebut merupakan garapan Koreografer Dea Auliarta dan Komposer Akhmad Fhasah Tanjung, yang sebelumnya berhasil meraih Juara III PEKSIMIDA Sumatera Barat.
Malam Anugerah Dies Natalis ke-70 UNAND akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan usia. Di usia tujuh dekade, UNAND menunjukkan bahwa perjalanan panjang perguruan tinggi bukan hanya dihitung dari tahun yang telah dilalui, tetapi dari karya yang dilahirkan, pengabdian yang diberikan dan dampak yang ditinggalkan.
Semangat “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak” pun menjadi penegas bahwa setelah 70 tahun berdiri di ranah Minang, UNAND terus menatap masa depan dengan karya yang semakin luas dan kontribusi yang semakin nyata.(bs)
