PNP Kembali Bekali Pemandu Wisata Limau Manis Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

PNP Kembali Bekali Pemandu Wisata Limau Manis Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris

Senin, 07 September 2026, 22.55 WIB
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat PNP, Hendro Saptopramono menyerahkan modul pelatihan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris untuk pemandu wisata di Limau Manis.

PADANG — Keindahan alam di Kenagarian Limau Manis tak cukup hanya dinikmati wisatawan. Potensi tersebut membutuhkan masyarakat yang mampu menceritakan kekayaan alam, budaya dan kearifan lokal kepada setiap pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara.

Melihat kebutuhan tersebut, Politeknik Negeri Padang (PNP) melalui Jurusan Bahasa Inggris kembali hadir di tengah masyarakat Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Kali ini, PNP membekali para pemandu wisata lokal dengan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris.

Pelatihan yang digelar di Galeri Kubang Badak, Sabtu (5/9), menjadi bagian dari kepedulian PNP dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat agar semakin profesional dan mampu menjangkau wisatawan dari berbagai negara.

Kegiatan tersebut diikuti pengurus Forum Pemberdayaan Masyarakat, tokoh masyarakat, pelaku usaha wisata serta pemandu wisata lokal. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti simulasi dan praktik komunikasi Bahasa Inggris yang berkaitan langsung dengan aktivitas pemanduan wisata.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat PNP, Hendro Saptopramono, bersama empat dosen dan seorang mahasiswa, memandu pelaksanaan pelatihan.

Menurut Hendro, kemampuan Bahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting bagi masyarakat di kawasan yang tengah mengembangkan potensi wisata.

Pemandu wisata, katanya, bukan sekadar orang yang mengantar pengunjung menuju lokasi wisata. Mereka juga menjadi wajah pertama destinasi sekaligus orang yang berperan memperkenalkan cerita di balik keindahan alam dan budaya setempat.

“Kemajuan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi. Kualitas orang-orang yang berada di baliknya juga menjadi bagian penting. Pemandu wisata dituntut mampu memberikan informasi, membangun komunikasi, sekaligus menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi setiap wisatawan,” ujar Hendro.

PNP melalui Jurusan Bahasa Inggris mengadakan pelatihan para pemandu wisata lokal dengan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris di Galeri Kubang Badak, Sabtu (5/9).

Karena itu, pelatihan dirancang tidak hanya berupa teori. Para peserta diajak mempraktikkan komunikasi secara langsung, baik dalam menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan kepada wisatawan.

“Kemampuan Bahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting. Melalui pelatihan ini, para pemandu wisata tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan praktik komunikasi secara langsung, baik dalam menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan,” tambahnya.

Kepedulian PNP tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat Limau Manis. Ketua Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Limau Manis, Desi Fitria, mengatakan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris semakin dibutuhkan seiring berkembangnya destinasi wisata di kawasan tersebut.

Sejumlah destinasi seperti Puncak Labuang dan Air Terjun Sarasah dinilai memiliki potensi untuk menarik lebih banyak wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

“Komunikasi yang efektif dalam Bahasa Inggris akan membantu menjelaskan informasi objek wisata dan budaya lokal kepada wisatawan mancanegara. Hal ini menciptakan suasana nyaman dan berkesan,” ujarnya.

Kampus Hadir di Tengah Masyarakat

Pelatihan pemandu wisata tersebut bukan kegiatan yang berdiri sendiri. Program itu merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang secara rutin dilaksanakan PNP.

Pada 2026, melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), PNP juga mencanangkan Kampung Tematik Limau Manis sebagai salah satu program unggulan pengabdian.

Melalui program tersebut, PNP berupaya menerjemahkan keahlian sivitas akademika menjadi pendampingan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kehadiran Jurusan Bahasa Inggris dalam pengembangan pariwisata Limau Manis menjadi salah satu bentuk bagaimana kampus vokasi tidak hanya beraktivitas di ruang kelas, tetapi turun langsung mendampingi masyarakat mengembangkan potensi yang dimiliki.

Bagi para pemandu wisata, kemampuan Bahasa Inggris diharapkan menjadi modal baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas peluang pariwisata Limau Manis.

Mereka diharapkan tidak lagi sekadar menjadi penunjuk jalan bagi wisatawan. Lebih dari itu, mereka dapat tampil sebagai duta Limau Manis yang mampu memperkenalkan keindahan alam, budaya, sejarah dan keramahan masyarakat setempat kepada dunia.

Dari ruang pelatihan sederhana di Limau Manis, PNP ingin menumbuhkan kemampuan masyarakat yang dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang pengembangan pariwisata daerah.

Sebab, ketika masyarakat mampu mengelola dan menceritakan potensi daerahnya sendiri, pariwisata tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan memperkuat kebanggaan terhadap daerah.

Melalui pendampingan berkelanjutan, PNP berharap potensi lokal Limau Manis tumbuh menjadi kekuatan pariwisata berbasis masyarakat yang semakin profesional, mandiri dan mampu bersaing hingga ke tingkat internasional.(bs)