![]() |
| Seluruh pembangunan huntara di tiga daerah terdampak bencana banjir bandang akibat bencana hidrometeorologi menggunakan produk PT Semen Padang |
PADANG, — Sebanyak 181 unit hunian sementara (huntara) dibangun di tiga kabupaten di Sumatera Barat untuk warga terdampak banjir bandang akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Seluruh pembangunan huntara tersebut menggunakan produk PT Semen Padang, bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).
Total kebutuhan material mencapai 3.310 zak semen. Pembangunan huntara tersebar di tiga lokasi, yakni Pasar Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam sebanyak 117 unit; Anduring, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 34 unit; serta Koto Baru, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 30 unit.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan PT Semen Padang, khususnya dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur mencapai lebih dari 80 persen dari total usulan anggaran sekitar Rp22 triliun. Kami berharap PT Semen Padang dapat berperan maksimal, apalagi produknya berupa green cement yang sejalan dengan konsep Green Province,” kata Mahyeldi saat pertemuan dengan jajaran SIG dan PT Semen Padang di Istana Gubernur Sumbar, Kamis (8/1/2026).
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan, penggunaan produk Semen Padang dalam pembangunan huntara mencerminkan kepercayaan pemerintah daerah terhadap kualitas produk lokal.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pemerintah provinsi dan kabupaten. Sinergi seperti ini diharapkan terus berlanjut, tidak hanya saat bencana, tetapi juga dalam program pembangunan daerah,” ujar Win.
Ia menambahkan, PT Semen Padang juga terlibat dalam berbagai program tanggung jawab sosial sejak hari pertama bencana terjadi, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak.
Pembangunan huntara tersebut diharapkan dapat menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi hunian permanen.
