![]() |
| Pengurus Persatuan Keluarga Kecamatan Palembayan (PKKP) Kota Padang, panitia silaturahmi PKKP Kota Padang, penasehat PKKP poto bersama. |
PADANG – Ratusan perantau Palembayan yang tergabung dalam Persatuan Keluarga Kecamatan Palembayan (PKKP) Kota Padang berkumpul dalam kegiatan silaturahmi yang dilaksanakan di Medan Balinduang, SMKN 7 Padang, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat soliditas warga Palembayan yang tersebar di berbagai wilayah Kota Padang dan sekitarnya.
Ketua PKKP Kota Padang, H. Agusfinal, S.Pd, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengganti tradisi halal bihalal yang biasanya rutin digelar usai Idulfitri. Tahun ini, kegiatan dikemas dalam bentuk silaturahmi karena kesibukan pengurus dan anggota, serta banyaknya warga yang pulang kampung saat Lebaran.
“Momentum ini sangat penting karena sudah cukup lama kita tidak bertemu secara langsung. Selama ini komunikasi berjalan, tetapi lebih banyak melalui telepon dan media sosial. Dengan silaturahmi ini, kita bisa kembali berkumpul dan mempererat hubungan kekeluargaan,” ujar Agusfinal.
Ia menjelaskan, sebelum kegiatan dilaksanakan, PKKP membentuk tim pelaksana untuk mengoordinasikan seluruh rangkaian acara. Meski ada kepanitiaan khusus, kegiatan tetap berada di bawah naungan organisasi PKKP Kota Padang.
Menurutnya, jumlah warga Palembayan yang pernah terdaftar dalam PKKP mencapai sekitar 300 orang. Namun setelah dilakukan verifikasi dan pembaruan data sesuai ketentuan keanggotaan keluarga inti, saat ini tercatat sekitar 200 kepala keluarga (KK) sebagai anggota aktif.
“Data yang ada sekarang merupakan anggota yang sudah terverifikasi dan resmi terdaftar dalam PKKP Padang,” katanya saat kegiatan di Medan Bainduang, SMKN 7 Padang.
Agusfinal berharap keberadaan perantau Palembayan di Kota Padang dapat menjadi potensi besar dalam mendukung pembangunan kampung halaman. Selama ini, PKKP tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, termasuk membantu warga terdampak bencana.
“Kami berupaya mengayomi seluruh warga Kecamatan Palembayan tanpa membedakan latar belakang. PKKP juga menjadi penyambung aspirasi dari sembilan wali nagari di Palembayan,” ujarnya.
Ketua Panitia, Adrinal, mengatakan kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir yang diwakili Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan, Ketua PKKP Sumbar Eliyusman Karim, SH.MM Datuak Muncak, Ronny Akmal Wali Nagari Ampek Koto mewakili Camat Palembayan, pengurus PKKP Kota Padang, penasehat PKKP tamu dan undangan lainnya.
Selain silaturahmi, panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan hiburan seperti lelang kue, lelang ayam bakar, permainan KIM, serta sejumlah kegiatan kekeluargaan lainnya untuk mempererat keakraban.
“Yang terpenting adalah kebersamaan warga PKKP. Kami berharap persatuan ini semakin solid dan mampu berkontribusi untuk membangun kampung halaman,” kata Adrinal pada kegiatan silaturahmi PKKP Kota Padang yang mengusung tema "Merajut Silarurahmi, Memperkuat Persaudaraan, Membangun Kebersamaan Keluarga Besar Palembayan"
Ketua Umum PKKP Provinsi Sumatera Barat, Eliyusman Karim, S.H., M.M., Datuak Muncak memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, silaturahmi menjadi sarana penting untuk mempertemukan kembali warga Palembayan yang tersebar di berbagai daerah.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan seluruh anggota agar organisasi PKKP semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami mengajak seluruh keluarga besar Palembayan untuk terus bersatu, kompak, dan bersinergi membesarkan PKKP,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili Pemerintah Kota Padang, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, menegaskan bahwa perantau memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan daerah, terutama melalui penguatan sektor ekonomi dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Silaturahmi seperti ini menjadi sarana yang sangat baik untuk membangun kolaborasi antara perantau dan kampung halaman. Pemerintah Kota Padang sangat mendukung setiap upaya yang dapat memperkuat hubungan tersebut demi kemajuan masyarakat," ujar Fizlan.
Menurutnya, Pemko Padang terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang berpihak kepada masyarakat, diantaranya melalui Program Padang Rancak dengan melakukan pembangunan Pasar Raya Padang dan revitalisasi pasar satelit yang ada di Kota Padang.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki prasarana untuk meningkatkan ekonomi para pelaku usaha, termasuk mendorong pertumbuhan UMKM sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah," ungkapnya.
Fizlan menilai Kecamatan Palembayan memiliki beragam potensi produk unggulan yang layak dikembangkan dan dipasarkan secara lebih luas. Karena itu, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, perantau, dan pelaku usaha agar produk-produk tersebut mampu bersaing dan menembus pasar yang lebih besar.
"Kami menyambut baik harapan keluarga besar Palembayan terkait pemasaran produk UMKM. Ke depan perlu dibangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih intensif sehingga produk-produk unggulan Palembayan semakin dikenal dan memiliki akses pasar yang lebih luas," katanya.
Wali Nagari Ampek Koto, Ronny Akmal, mewakili Camat Palembayan menegaskan bahwa perantau merupakan aset penting dalam pembangunan daerah. Ia berharap kolaborasi PKKP, pemerintah, dan perantau dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat Palembayan pascabencana.
“Jika setiap perantau membantu satu keluarga di kampung, dampaknya akan sangat besar bagi kebangkitan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Kecamatan Palembayan memiliki beragam produk unggulan yang telah dihasilkan oleh pelaku UMKM, di antaranya kopi, gula aren, gula semut, madu, keripik, jagung, serta kriket berbahan cangkang kemiri dan berbagai komoditas pertanian lainnya.
"Produk-produk UMKM kami memiliki kualitas yang baik, namun masih membutuhkan perluasan akses pasar. Karena itu, kami berharap silaturahmi ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih kuat dengan Pemerintah Kota Padang maupun para perantau Palembayan," katanya.
Selain itu, Ronny yang mewakili para wali nagari di Kecamatan Palembayan juga menyoroti kondisi masyarakat yang masih dalam proses pemulihan pascabencana beberapa tahun lalu. Ia menyebut, hingga saat ini pemulihan di berbagai sektor belum sepenuhnya tuntas, terutama pada sektor ekonomi, perumahan, dan usaha masyarakat.
"Berbagai upaya rehabilitasi memang sudah dilakukan, tetapi harus diakui bahwa kondisi belum pulih seratus persen. Masyarakat masih menghadapi kendala, terutama dari sisi permodalan dan pemasaran usaha," ujarnya.
Ia berharap para perantau Palembayan dapat turut berperan aktif dalam mempercepat pemulihan ekonomi di kampung halaman. Menurutnya, dukungan perantau akan sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terdampak.
"Jika setiap perantau dapat memperhatikan dan membantu satu keluarga di kampung, dampaknya akan sangat besar. Apalagi jika ratusan perantau bergerak bersama, tentu banyak keluarga bisa kembali bangkit dan sejahtera," katanya.
Ronny menegaskan bahwa keterlibatan perantau merupakan wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun daerah. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perantau diyakini mampu mempercepat pemulihan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Palembayan.(bs)
