![]() |
| Gubernur Sumbar Mahyeldi saat memimpin FGDpenanganan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana hidrometeorologi di Auditorium Gubernuran, Padang, Senin malam (5/1/2026). |
Padang — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca yang masih fluktuatif dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi susulan di sejumlah wilayah Sumatera Barat.
Mahyeldi menyampaikan, meskipun Sumatera Barat telah melewati puncak musim hujan pada November dan Desember 2025, potensi curah hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
“Cuaca ini belum sepenuhnya stabil. Karena itu, masyarakat tetap perlu waspada dan siaga,” ujar Mahyeldi saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) penanganan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana hidrometeorologi di Auditorium Gubernuran, Padang, Senin malam (5/1/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan kajian tim teknis, curah hujan tinggi berpotensi memperparah kondisi sungai yang telah mengalami pendangkalan, kerusakan tanggul, serta gangguan pada berbagai fasilitas pengendali banjir.
Selain kesiapsiagaan teknis pemerintah, Mahyeldi menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengantisipasi risiko bencana, termasuk dengan memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi terkait.
“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Edukasi dan kewaspadaan bersama sangat menentukan,” katanya.
Gubernur juga meminta agar penyampaian informasi dari pemerintah hingga ke tingkat paling bawah berjalan cepat dan jelas, sehingga masyarakat tidak panik namun tetap siap menghadapi potensi bencana.
FGD tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera Barat, para bupati dan wali kota, serta perwakilan berbagai instansi dan kementerian terkait, termasuk BMKG, Balai Wilayah Sungai, dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional. (Bs)
