Istri Mantan Gubernur Sumbar Fasilitasi Donatur Bangun Hunian Sementara untuk Korban Banjir Batu Busuk - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Istri Mantan Gubernur Sumbar Fasilitasi Donatur Bangun Hunian Sementara untuk Korban Banjir Batu Busuk

Jumat, 09 Januari 2026, 18.14 WIB
Dua istri mantan Gubernur Sumatera Barat, Vita Gamawan Fauzi dan Wiwik Marlis Rahman, memfasilitasi pencarian donatur untuk pembangunan Hunian Sementara Layak Sehat (Hunsela) bagi korban banjir bandang di kawasan Batu Busuk, Kota Padang.

PADANG — Dua istri mantan Gubernur Sumatera Barat, Vita Gamawan Fauzi dan Wiwik Marlis Rahman, memfasilitasi pencarian donatur untuk pembangunan Hunian Sementara Layak Sehat (Hunsela) bagi korban banjir bandang di kawasan Batu Busuk, Kota Padang.

Hunian sementara tersebut diperuntukkan bagi 11 kepala keluarga dari Kaum Suku Tanjung Pangka Jambatan Batu Busuk, RT 03 RW 04, Kelurahan Kapalo Koto, yang rumahnya rusak berat dan sedang akibat banjir bandang.

Bangunan hunian dirancang oleh tim Universitas Andalas (Unand) yang dipimpin Prof. Fauzan, dengan ukuran 3,60 meter x 7,20 meter, dan disesuaikan dengan standar hunian darurat yang layak dan sehat.

Ninik Mamak Kapalo Warih Kaum Suku Tanjung Pangka Jambatan Batu Busuk, Usar, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang difasilitasi kedua tokoh tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Vita Gamawan Fauzi dan Ibu Wiwik Marlis Rahman yang telah membantu memfasilitasi donatur untuk pembangunan hunian sementara bagi warga kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” ujar Usar.

Wiwik Marlis Rahman mengatakan, pihaknya bersama Vita Gamawan Fauzi dan tim dosen Universitas Andalas, termasuk Prof. Heny, akan terus menggalang donasi untuk membantu warga terdampak lainnya.

“Melalui berbagai jaringan dan organisasi, kami masih terus mengupayakan bantuan untuk delapan kepala keluarga lain yang juga terdampak. Hingga saat ini sudah ada sembilan donatur yang menyatakan kesediaannya untuk membantu,” kata Wiwik.

Ia menegaskan, upaya ini merupakan bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat bangkit setelah bencana, sekaligus mendorong partisipasi lebih luas dari berbagai pihak.

Pembangunan hunian sementara ini diharapkan dapat menjadi solusi awal bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, sambil menunggu pembangunan hunian tetap dari pemerintah.(rls/bs)