Padang — Universitas Andalas (UNAND) bersama Dewan Profesor menyalurkan bantuan dana kepada siswa dan guru SMAN 15 Padang yang terdampak bencana banjir di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
"Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Universitas Andalas terhadap masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di sektor pendidikan. Dana bantuan diberikan kepada siswa dan tenaga pendidik yang mengalami dampak cukup parah akibat banjir," sebut Rektor UNAND Efa Yonnedi saat penyaluran bantuan di SMAN 15 Padang, Limau Manis, Selasa (6/1).
Ia menyampaikan bantuan yang disalurkan berupa dana tunai yang diharapkan dapat meringankan beban siswa dan keluarga, serta digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, khususnya keperluan sekolah.
"Dana bantuan tersebut dipersiapkan untuk membantu para siswa membeli kembali atribut dan perlengkapan sekolah yang hilang, sehingga mereka dapat melanjutkan kegiatan belajar mengajar dengan lebih baik," terangnya.
Ia menyampaikan di SMAN 15 Padang, tercatat sebanyak 19 siswa mengalami dampak paling parah karena rumah mereka hanyut akibat banjir.
"Melalui kegiatan ini, Universitas Andalas berharap dapat membantu meringankan beban siswa dan keluarga terdampak bencana, sekaligus mendukung keberlangsungan proses pendidikan di wilayah yang terdampak banjir," jelasnya.
"Bantuan tidak hanya berhenti pada penyaluran dana. Bagi orang tua atau wali murid yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana, UNAND akan mengupayakan pendampingan lanjutan melalui kegiatan sosialisasi dan pembinaan, terutama dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," terangnya
Penyerahan bantuan diawali secara simbolik oleh Rektor UNAND kepada Kepala SMAN 15 Padang Gusnaldi. Selanjutnya, bantuan diserahkan langsung kepada para wali murid dari siswa yang terdampak paling parah akibat banjir.
Pada kegiatan penyaluran bantuan yang turut dihadiri Perwakilan Dewan Profesor Universitas Andalas, Ketua KSB Pauh Sudirman, Komite SMAN 15 Padang dan juga tokoh masyarakat setempat.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah bersama berbagai pihak terus berupaya menanggulangi dampak pascabencana agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.
"Proses pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana saat ini sedang berjalan," terangnya
Ia menambahkan, selain itu, Universitas Andalas menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta perguruan tinggi lainnya dalam upaya penanggulangan bencana di wilayah Sumatera. (rls/bs)
