Mendagri Minta Kepala Daerah di Sumbar Data Kebutuhan Jembatan Gantung - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Mendagri Minta Kepala Daerah di Sumbar Data Kebutuhan Jembatan Gantung

Selasa, 13 Januari 2026, 20.39 WIB
Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumbar yang digelar di Auditorium Gubernuran, Selasa (13/1/2026).


Program Nasional Pembangunn 300 Ribu Jembatan Gantung Peluang Konektivitas Antar Wilayah

PADANG — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) segera melakukan pendataan kebutuhan jembatan gantung di wilayah masing-masing, sebagai bagian dari program nasional pembangunan 300.000 jembatan gantung di seluruh Indonesia.

Program tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah pedesaan sekaligus mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di daerah yang selama ini masih kesulitan akses penyeberangan.

Arahan itu disampaikan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumbar yang digelar di Auditorium Gubernuran, Selasa (13/1/2026).

Tito menegaskan, pembangunan jembatan gantung tidak hanya diperuntukkan bagi jembatan yang rusak akibat bencana, tetapi juga untuk wilayah yang hingga kini belum memiliki akses penyeberangan yang aman dan layak.

“Program ini bisa dimanfaatkan untuk daerah yang masyarakatnya masih harus menyeberangi sungai tanpa jembatan. Manfaatnya besar, baik untuk keselamatan, akses pendidikan, maupun aktivitas ekonomi,” ujar Tito.

Ia meminta kepala daerah menyusun usulan berbasis data lapangan yang akurat, kemudian disampaikan melalui gubernur untuk diteruskan ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri.

“Presiden Prabowo ingin tidak ada lagi anak-anak yang harus mengambil risiko menyeberangi sungai saat berangkat sekolah. Karena itu, data harus benar-benar dicek di lapangan,” tegasnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Sumbar untuk mengoordinasikan pendataan kebutuhan jembatan gantung bersama pemerintah kabupaten dan kota.

“Ini peluang besar bagi Sumatera Barat, terutama nagari-nagari yang masih memiliki keterbatasan akses. Kami akan segera berkoordinasi dengan bupati dan wali kota agar usulan dapat segera disampaikan,” ujar Mahyeldi.

Ia berharap program pembangunan jembatan gantung ini dapat menjadi solusi untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan di Sumatera Barat.(bs)