Groundbreaking 80 Unit Huntap Danantara di Tanah Datar, Simbol Kebangkitan Ekonomi dan Mental Sumbar - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Groundbreaking 80 Unit Huntap Danantara di Tanah Datar, Simbol Kebangkitan Ekonomi dan Mental Sumbar

Kamis, 19 Februari 2026, 20.01 WIB
 Groundbreaking pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Danantara yang terletak di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (19/2/2026).

TANAH DATAR — Dentuman tabuah yang dipukul Kepala BP BUMN/Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, Kamis (19/2/2026), menjadi penanda dimulainya pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Danantara di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar.

Groundbreaking ini bukan sekadar seremoni pembangunan rumah bagi warga terdampak bencana. Program tersebut digagas sebagai langkah strategis mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Tanah Datar.

Dony Oskaria menegaskan, Huntap yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai simbol kebangkitan.

“Huntap ini bukan sekadar rumah. Ini simbol kebangkitan ekonomi dan mental. Sumbar harus bangkit. Kita pernah berada di posisi terbaik, dan hari ini justru berada di posisi dua terburuk secara nasional,” ujarnya.

Ia memaparkan, pertumbuhan ekonomi Sumbar saat ini berada di kisaran 3,5 persen dengan inflasi menyentuh 6 persen. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut berpotensi memicu persoalan sosial seperti stunting hingga penyalahgunaan narkoba.

Karena itu, Tanah Datar diharapkan menjadi role model pemulihan ekonomi daerah. Selain pembangunan 80 unit Huntap yang ditargetkan rampung dalam 3–4 bulan ke depan, juga dirancang pembangunan Sekolah Rakyat sebagai pusat pengembangan generasi muda dan sentra ekonomi berbasis pertanian.

“Satu Sekolah Rakyat nantinya mampu menampung sekitar 3.000 siswa, dari SD hingga SMA, gratis dan berkualitas, lengkap dengan asrama,” kata Dony yang juga putra asli Tanah Datar.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah mendukung pembangunan tersebut. Pemkab telah menyiapkan lahan 1,8 hektare dengan cadangan sekitar 4 hektare untuk pengembangan lanjutan.

“Kita bergerak cepat. Saat daerah lain masih membangun hunian sementara, kita sudah masuk tahap hunian tetap. Jika dibutuhkan, lahan cadangan siap digunakan,” ujarnya.

Tak hanya hunian, Pemkab Tanah Datar juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi seperti pembentukan kelompok tani dan bantuan mesin jahit untuk mendukung usaha masyarakat agar roda perekonomian tetap berputar.

Untuk Sekolah Rakyat, Eka Putra mengungkapkan bahwa pembangunan direncanakan dimulai tahun 2026, didukung hibah tanah seluas 10,5 hektare dari keluarga Dony Oskaria.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengapresiasi langkah cepat Danantara dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Hari ini kita menyaksikan groundbreaking Huntap di Tanah Datar. Danantara bergerak cepat, menyalurkan ratusan alat berat dan ratusan ribu paket sembako melalui BUMN. Ke depan, pelayanan BUMN harus semakin cepat dan tepat,” ujarnya.

Andre berharap pembangunan Huntap dapat diperluas ke daerah lain di Sumbar, dengan kualitas yang lebih baik dari hunian sementara sebelumnya.

Dengan sinergi pemerintah daerah, Danantara, dan DPR RI, pembangunan Huntap di Rambatan diharapkan menjadi tonggak pemulihan pascabencana sekaligus penguatan ekonomi dan sosial masyarakat Tanah Datar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan BUMN dan perusahaan nasional, di antaranya perwakilan PT Nindya Karya, Hutama Karya Infrastruktur, Bank Syariah Indonesia, PT Semen Padang, serta InJourney, bersama Forkopimda dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.(mb/rls)