Gubernur Mahyeldi Buka Deklarasi Bukit Karumuntiang, IKA Faperta Unand Gaungkan Gerakan Satu Juta Pohon Asuh - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Gubernur Mahyeldi Buka Deklarasi Bukit Karumuntiang, IKA Faperta Unand Gaungkan Gerakan Satu Juta Pohon Asuh

Sabtu, 07 Februari 2026, 17.39 WIB

 

Deklarasi Bukit Karumuntiang yang digagas Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (IKA Faperta Unand), ditandai dengan penanaman simbolis satu juta pohon asuh di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unand, Limau Manis, Padang, Sabtu (7/2/2026).

PADANG — Komitmen menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan kembali ditegaskan di Sumatera Barat. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, secara resmi membuka Deklarasi Bukit Karumuntiang yang digagas Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (IKA Faperta Unand), ditandai dengan penanaman simbolis satu juta pohon asuh di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unand, Limau Manis, Padang, Sabtu (7/2/2026).

Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas inisiatif IKA Faperta Unand yang dinilainya selaras dengan arah kebijakan pembangunan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025–2029, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, serta perlindungan kawasan strategis dan daerah aliran sungai (DAS).

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian lintas generasi dalam membangun kesadaran publik terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan dan penguatan ketahanan wilayah,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumbar terus berkomitmen memperkuat konservasi sumber daya alam, pengendalian alih fungsi lahan, rehabilitasi kawasan kritis, serta pengembangan sistem pertanian yang adaptif, ramah lingkungan, dan berdaya saing.

Menurut Mahyeldi, Deklarasi Bukit Karumuntiang menjadi simbol komitmen bersama bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen—mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, alumni, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat luas.

“Kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan ini harus terus diperkuat dan diwariskan lintas generasi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar gerakan penanaman pohon tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi disertai dengan tanggung jawab perawatan agar manfaatnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang.

“Pohon yang ditanam harus dirawat. Di situlah letak nilai keberlanjutan dan komitmen kita,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Andalas, Dr. Hafrizal Handra, menyambut baik program yang digagas IKA Faperta Unand sebagai kontribusi nyata dunia akademik dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Sumatera Barat.

Ia menjelaskan, dari hampir 500 hektare luas lahan Universitas Andalas, sebagian besar merupakan kawasan hutan kampus yang diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai kawasan hijau, sekaligus menjadi percontohan pengelolaan dan penanaman pohon produktif secara berkelanjutan.

Senada dengan itu, Wakil Dekan Fakultas Pertanian Unand, Dr. Gusmini, SP, MP, menjelaskan bahwa gerakan ini mengusung konsep Pohon Asuh, di mana setiap peserta tidak hanya menanam pohon, tetapi juga bertanggung jawab dalam proses perawatan sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap lingkungan.

Melalui Deklarasi Bukit Karumuntiang yang dirangkai dengan kegiatan AgricultuRUN, IKA Faperta Unand bersama Fakultas Pertanian Universitas Andalas menegaskan tekad untuk menghijaukan Sumatera Barat melalui penanaman dan pemeliharaan pohon produktif secara berkelanjutan.

Usai pembukaan kegiatan, Gubernur Sumatera Barat bersama jajaran perguruan tinggi, perangkat daerah, alumni, dan komunitas lingkungan melakukan penanaman pohon secara simbolis sebagai penanda dimulainya gerakan besar penghijauan tersebut. (bs)