PNP Perguruan Tinggi Pertama di Sumbar Luncurkan Kampus Sehat - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

PNP Perguruan Tinggi Pertama di Sumbar Luncurkan Kampus Sehat

Rabu, 24 Juni 2026, 19.05 WIB
Direktur PNP, Ir. Revalin Herdianto, M.Sc., Ph.D dan jajaran Wakil Direktur menandatangani komitmen bersama mendukung penyelenggaraan Kampus Sehat  di Gedung PKM PNP, Rabu (24/6/2026)

Revalin Tegaskan Langkah Nyata PNP dalam Membangun Budaya Hidup Sehat


PADANG – Politeknik Negeri Padang (PNP) resmi meluncurkan Program Kampus Sehat di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Rabu (24/6/2026). Program ini menjadi langkah nyata PNP dalam membangun budaya hidup sehat yang tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental, lingkungan, serta pembentukan karakter sivitas akademika.

Peluncuran tersebut menjadikan PNP sebagai salah satu perguruan tinggi di Sumatera Barat yang bergerak cepat mengimplementasikan Program Kampus Sehat, sebuah gerakan nasional yang diinisiasi Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Direktur PNP, Ir. Revalin Herdianto, M.Sc., Ph.D menegaskan bahwa kesehatan yang sesungguhnya berawal dari pola pikir yang sehat. Menurutnya, optimisme dan cara pandang positif merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik.

"Kesehatan itu berawal dari pikiran yang sehat. Orang yang optimis dan berpikir positif memiliki fondasi yang kuat untuk mencapai kesehatan yang lebih komprehensif. Olahraga dan pola makan sehat hanyalah alat untuk menuju kondisi tersebut," ujar Revalin.

Ia menjelaskan, olahraga teratur, pola makan sehat, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala memang penting dilakukan. Namun, seluruh upaya itu harus berjalan seiring dengan kemampuan mengelola pikiran dan emosi secara baik.

Direktur PNP, Ir. Revalin Herdianto, M.Sc., Ph.D poto bersama usai menandatangani komitmen bersama mendukung penyelenggaraan Kampus Sehat di Gedung PKM PNP, Rabu (24/6/2026)

Menurut Revalin, lingkungan perguruan tinggi membutuhkan figur teladan dalam menerapkan pola hidup sehat. Sebagai institusi pendidikan yang dihuni kalangan terdidik dan kritis, kampus harus mampu menjadi contoh bagi masyarakat.

"Jika tubuh sehat, pikiran menjadi lebih jernih. Kita bisa berpikir lebih logis, mengambil keputusan secara terukur, dan menyelesaikan persoalan tanpa didominasi emosi," katanya.

Komitmen Wujudkan Kampus Bebas Asap Rokok


Sebagai bagian dari implementasi Kampus Sehat, PNP juga memperkuat komitmen menciptakan lingkungan kampus yang bersih dan bebas asap rokok. Revalin mengingatkan agar aktivitas merokok tidak dilakukan di dalam ruangan, terlebih di ruangan berpendingin udara yang digunakan bersama.

"Jangan merokok di dalam ruangan, apalagi ruangan ber-AC dan ada orang lain di dalamnya. Kampus pada prinsipnya merupakan kawasan tanpa rokok dan kita ingin menciptakan lingkungan yang sehat serta nyaman bagi seluruh sivitas akademika," tegasnya.

Direktur PNP, Ir. Revalin Herdianto, M.Sc., Ph.D bersama jajaran dan tamu undangan poto bersama usai Peluncuran Kampus Sehat  di Gedung PKM PNP, Rabu (24/6/2026)

Selain itu, PNP terus menggalakkan aktivitas fisik melalui senam rutin setiap Rabu bagi dosen dan tenaga kependidikan. Kampus juga menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan melalui klinik kampus sebagai sarana deteksi dini berbagai risiko penyakit.

Revalin juga mendorong perubahan pola konsumsi di lingkungan kampus dengan menghadirkan pilihan makanan yang lebih sehat dalam berbagai kegiatan dan rapat.

"Kami berharap ke depan konsumsi pada rapat maupun pertemuan lebih banyak menyediakan makanan sehat, seperti makanan rebus dan menu yang lebih baik untuk kesehatan," ujarnya.

Tak hanya fokus pada kesehatan fisik, PNP juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual serta Perundungan (Bullying) guna menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman. Berbagai program pelestarian lingkungan juga terus didorong sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus yang sehat dan berkelanjutan.

Tujuh Area Prioritas Kampus Sehat


Kepala Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) dan Pemberdayaan Masyarakat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Barat, Dr. dr. Marryo Borry WD, MARS, mengatakan Program Kampus Sehat merupakan gerakan nasional yang bertujuan membudayakan perilaku hidup sehat di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, terdapat tujuh area prioritas yang menjadi fokus program, yakni pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik, kawasan tanpa rokok, kesehatan mental, pencegahan kekerasan seksual, pencegahan perundungan, serta pelestarian lingkungan.

"Kesehatan bukan hanya soal mengobati penyakit, tetapi bagaimana mencegah penyakit itu muncul. Karena itu perubahan perilaku menjadi kunci utama," kata Mario.

Ia menjelaskan, kampus dipilih sebagai sasaran utama karena memiliki jumlah warga yang besar dan didominasi kelompok usia produktif. Dengan jumlah mahasiswa dan dosen yang sangat banyak, perguruan tinggi dinilai menjadi tempat yang strategis untuk membangun budaya hidup sehat secara masif.

Politeknik Negeri Padang (PNP) resmi meluncurkan Program Kampus Sehat di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Rabu (24/6/2026). 

PNP Jadi Pelopor Kampus Sehat di Sumbar


Marryo juga mengapresiasi langkah cepat PNP yang hanya membutuhkan waktu sekitar dua pekan setelah sosialisasi untuk langsung meluncurkan Program Kampus Sehat dan menyiapkan berbagai instrumen pendukungnya.

"Kami melihat respons PNP sangat cepat. Saat ini mereka sudah mulai menyiapkan tujuh area prioritas, termasuk pembentukan tim pelaksana dan perangkat pendukung lainnya," katanya.

Ke depan, setiap perguruan tinggi akan melakukan penilaian mandiri berdasarkan indikator yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Hasilnya akan dikategorikan dalam tingkatan bintang satu hingga bintang lima dan menjadi bagian dari sistem apresiasi nasional.

Melalui Program Kampus Sehat, PNP diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pengembangan teknologi, tetapi juga menjadi pelopor lahirnya generasi muda yang sehat, produktif, berkarakter, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.(bs)