![]() |
| Kegiatan pembekalan bagi calon wisudawan dan wisudawati menjelang pelaksanaan Wisuda I Tahun 2026 Universitas Andalas, di Auditorium Kampus Limau Manis, Rabu (11/2) |
PADANG — Menjelang pelaksanaan Wisuda I Tahun 2026, Universitas Andalas menggelar kegiatan pembekalan bagi calon wisudawan dan wisudawati bertema “Building Sustainable Careers: Menyiapkan Lulusan Universitas Andalas Membangun Karier Profesional dan Mandiri”. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Kampus Limau Manis, Rabu (11/2).
Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D., menegaskan bahwa pembekalan karier bukanlah kegiatan seremonial menjelang kelulusan semata, melainkan bagian dari proses yang telah dirancang sejak awal masa perkuliahan.
“Kegiatan pembekalan ini merupakan upaya berkelanjutan untuk memastikan lulusan Universitas Andalas siap menghadapi dunia pasca kampus. Tantangan di luar sana tidaklah mudah, tetapi peluang sangat terbuka bagi mereka yang memiliki keterampilan relevan dan kesiapan mental,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan para profesional sebagai narasumber menjadi kesempatan strategis bagi calon wisudawan untuk mengenal lebih dekat dinamika dunia kerja serta membangun jejaring awal karier.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga mengumumkan bahwa Wisuda Periode I Tahun 2026 akan dilaksanakan secara terpusat untuk pertama kalinya. Dalam format baru ini, prosesi pemindahan jambul seluruh wisudawan akan dilakukan langsung oleh Rektor, sementara penyerahan ijazah dilakukan oleh masing-masing Dekan.
“Teknis ini dipilih agar pelaksanaan wisuda lebih efektif, tertib, dan khidmat dalam satu lokasi,” jelasnya.
Selain itu, Rektor mengingatkan para calon lulusan untuk berpartisipasi aktif dalam pengisian tracer study sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas alumni. Melalui tracer study, kampus dapat memantau perkembangan lulusan serta terus meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam sesi pembekalan, narasumber pertama Intan Permatasari Sari menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi ketidakpastian masa depan. Menurutnya, kesuksesan merupakan proses berkelanjutan yang menuntut semangat belajar tanpa henti.
“Dunia terus berubah. Kita harus terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu beradaptasi dan berkembang,” pesannya.
Sementara itu, narasumber berikutnya Lintang Damarjati menekankan pentingnya upgrading skill sesuai kebutuhan industri. Ia juga membahas peran Artificial Intelligence (AI) dalam dunia kerja masa kini.
“AI bukan ancaman, melainkan alat pendukung yang dapat meningkatkan produktivitas. Yang penting adalah bagaimana kita mampu memanfaatkannya secara bijak dan strategis,” jelasnya.
Tak hanya motivasi dan wawasan industri, para calon wisudawan juga dibekali keterampilan praktis seperti penyusunan dokumen lamaran kerja, penguatan personal branding, hingga teknik menghadapi wawancara.
Melalui pembekalan ini, Universitas Andalas menegaskan komitmennya melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap membangun karier profesional yang berkelanjutan dan mandiri di tengah dinamika global.(bs)
