![]() |
| Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Padang Panjang–Bukittinggi, di kawasan Bintungan, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Jumat (20/2/2026) sore |
TANAH DATAR — Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Padang Panjang–Bukittinggi, tepatnya di kawasan Bintungan, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Jumat (20/2/2026) sore.
Sebuah truk Mitsubishi Fuso warna oranye bernomor polisi BK 8381 NA (sempat dilaporkan BK 8183 NA) mengalami kecelakaan tunggal sekitar pukul 16.30–16.50 WIB di Simpang MTsN Panyalaian. Kendaraan tersebut melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang sebelum akhirnya hilang kendali di lokasi kejadian.
Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, menjelaskan truk yang dikemudikan Suanta (49) diduga mengalami rem blong saat melintasi jalur turunan panjang tersebut.
“Setibanya di lokasi, kendaraan hilang kendali dan keluar jalur ke sisi kiri jalan dari arah Bukittinggi. Truk juga menabrak bagian rumah warga serta merusak sejumlah rambu lalu lintas,” ujarnya.
Penumpang truk, Yono (33), turut berada di dalam kendaraan saat kejadian. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp3 juta.
Pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar. Polisi juga mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan besar, untuk memastikan kondisi kendaraan prima sebelum melintasi jalur ekstrem Padang Panjang–Bukittinggi.
Jalur Turunan Panjang, Perlu Solusi Serius
Ruas jalan di kawasan Panyalaian memang dikenal rawan kecelakaan, terutama akibat faktor rem blong pada kendaraan berat. Kontur jalan yang didominasi turunan dan tanjakan panjang kerap menjadi tantangan tersendiri bagi sopir angkutan barang.
Sehari sebelumnya, Kepala BP BUMN/COO Danantara, Dony Oskaria, bersama anggota DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, dan Bupati Tanah Datar Eka Putra, turun langsung meninjau titik rawan kecelakaan di Panyalaian, Kamis (19/2/2026).
Bupati Eka Putra menyebut, jalur tersebut memang kerap memakan korban dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah provinsi maupun pusat.
Menanggapi hal itu, Andre Rosiade mengungkapkan rencana pembangunan rest area sekaligus jalur penyelamatan darurat (emergency safety area) bagi kendaraan yang mengalami rem blong.
“Ke depan akan dibangun pemberhentian kendaraan atau jalur penyelamatan darurat. Ini penting demi keselamatan pengendara dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Dony Oskaria pun menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut dan memastikan akan dilakukan kajian teknis lebih lanjut.
“Keamanan dan keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas. Pemerintah dan BUMN akan menindaklanjuti kebutuhan di lokasi ini,” tegasnya.
Dengan kembali terjadinya kecelakaan di titik yang sama, harapan masyarakat terhadap realisasi jalur penyelamat darurat kian menguat, agar jalur strategis Padang Panjang–Bukittinggi tak lagi menjadi langganan insiden rem blong.(mb)

