UNAND Dipercaya Pemerintah Kelola Beasiswa KNB bagi Mahasiswa Negara Berkembang - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

UNAND Dipercaya Pemerintah Kelola Beasiswa KNB bagi Mahasiswa Negara Berkembang

Selasa, 03 Februari 2026, 18.37 WIB
Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, SE, MPPM, PhD  menyampaikan pemaparan pada kegiatan Coffee Morning bersama Pimpinan UNAND dan rekan media, Senin (2/2).

PADANG, — Universitas Andalas (UNAND) kembali menegaskan posisinya di level global. Kampus tertua di luar Pulau Jawa itu resmi dipercaya sebagai salah satu perguruan tinggi penyelenggara Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), program strategis Pemerintah Republik Indonesia yang membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari berbagai negara berkembang.

Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, SE, MPPM, PhD mengatakan, program ini telah mulai ditawarkan ke negara-negara mitra. Para calon penerima beasiswa kini tengah mengajukan aplikasi dan secara mandiri memilih program studi di universitas penyelenggara, termasuk Universitas Andalas.

“Program Beasiswa KNB ini sudah ditawarkan ke negara-negara berkembang. Para kandidat bebas memilih program studi di universitas penyelenggara, dan Universitas Andalas menjadi salah satu pilihan utama,” ujar Efa Yonnedi usai kegiatan Coffee Morning bersama Pimpinan UNAND dan rekan media, Senin (2/2).

Menurutnya, keterlibatan UNAND dalam program internasional ini bukan sekadar soal pendidikan, tetapi juga membawa misi besar Indonesia di panggung global. Namun tidak semua perguruan tinggi dapat ditunjuk sebagai penyelenggara Beasiswa KNB. 

"Kampus harus lolos seleksi ketat dan memenuhi berbagai persyaratan, seperti memiliki Kantor Urusan Internasional, asrama mahasiswa, serta pusat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai sarana adaptasi mahasiswa internasional," terangnya saat diwawancarai awak media didampingi Sekretaris Universitas Aidinil Zetra

Program Beasiswa KNB diperuntukkan bagi mahasiswa dari negara-negara berkembang yang ingin melanjutkan pendidikan jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) di Indonesia. Seluruh pembiayaan ditanggung penuh oleh Pemerintah Republik Indonesia.

“Semua biaya ditanggung negara, mulai dari uang kuliah, biaya hidup, tiket pesawat pulang-pergi, hingga biaya persiapan awal, termasuk pelatihan Bahasa Indonesia untuk penutur asing,” jelasnya.

Terkait kuota mahasiswa, Efa Yonnedi menyampaikan bahwa hingga kini belum ditetapkan angka pasti karena seleksi dilakukan berbasis merit. Pemerintah akan menilai pelamar berdasarkan kapasitas akademik dan kesesuaian dengan program studi yang dilamar.

“Ini murni berbasis kualitas. Siapa yang terbaik, itulah yang akan diterima dan ditempatkan sesuai dengan kompetensi akademiknya,” katanya.

Melalui Program Beasiswa KNB, Universitas Andalas tidak hanya memperkuat langkah internasionalisasi kampus, tetapi juga berperan aktif dalam diplomasi pendidikan Indonesia.

 Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara diharapkan memperkaya atmosfer akademik sekaligus memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai bagian penting dari peta pendidikan global Indonesia.

"Melalui keterlibatan dalam Program Beasiswa KNB, Universitas Andalas berharap dapat memperkuat internasionalisasi kampus sekaligus berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di negara-negara berkembang," pungkasnya.(bs)