![]() |
| Universitas Andalas menggelar kuliah inspirasi bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Taruna Ikrar, Jumat (6/2), di Convention Hall Kampus Limau Manis. |
Padang, Rakyat Sumbar--Di tengah tantangan global yang kian kompleks, Universitas Andalas (UNAND) menegaskan perannya sebagai kawah candradimuka lahirnya kebijakan publik berbasis sains. Komitmen itu ditunjukkan dengan menghadirkan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Taruna Ikrar, dalam kuliah inspirasi yang digelar di Convention Hall Kampus Limau Manis, Jumat (6/2).
Kegiatan ini mengusung tema From Campus to Society: Innovation and Creativity for a World Class University dan diikuti antusias oleh sivitas akademika UNAND.
Dalam forum tersebut, Taruna Ikrar menekankan bahwa BPOM tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi menjadi penjaga utama keselamatan publik melalui jaminan keamanan, mutu, dan manfaat obat serta makanan.
Di era globalisasi dan disrupsi teknologi, BPOM dituntut mampu menjembatani dunia riset dengan kebijakan, agar setiap regulasi yang lahir benar-benar berbasis ilmu pengetahuan dan berpihak pada kesehatan masyarakat.
Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara seperti BPOM merupakan keniscayaan dalam menjawab tantangan pembangunan nasional.
Menurutnya, kampus harus hadir bukan hanya sebagai pusat produksi ilmu, tetapi juga sebagai mitra strategis negara dalam merumuskan kebijakan publik.
“Kami di UNAND percaya bahwa kolaborasi adalah kunci. Akademisi dan BPOM memiliki peran strategis dalam menghasilkan kebijakan yang berdampak luas bagi masyarakat. Kami berharap kuliah inspirasi ini menjadi awal kerja sama berkelanjutan, mulai dari riset bersama hingga program magang mahasiswa,” ujar Efa Yonnedi.
Sebagai universitas negeri yang komprehensif, UNAND juga membuka ruang bagi talenta terbaik BPOM untuk melanjutkan pendidikan magister di Kampus Hijau Limau Manis.
Rektor menekankan, UNAND tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan empati sosial sebagai fondasi kepemimpinan masa depan.
Memasuki era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Rektor mengajak sivitas akademika UNAND untuk meneladani semangat inovasi, integritas, dan pengabdian yang ditunjukkan Kepala BPOM RI. Ia menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kemajuan teknologi tidak kehilangan orientasi kemanusiaan.
Kuliah inspirasi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kerja sama strategis UNAND dan BPOM RI, khususnya dalam pengembangan riset unggulan, penyusunan kebijakan berbasis sains, serta penyiapan sumber daya manusia berkualitas guna mendukung terwujudnya Indonesia yang sehat, berdaya saing, dan berkelas dunia.(bs/rls)
