UNAND Hadirkan Prodi Strategis untuk Masa Depan, Menjawab Kebutuhan Zaman - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

UNAND Hadirkan Prodi Strategis untuk Masa Depan, Menjawab Kebutuhan Zaman

Senin, 02 Februari 2026, 18.30 WIB

 

Coffee Morning bersama pimpinan UNAND dan rekan media,  di TGCL Perpustakaan Lantai 2, Senin (2/2)

Padang — Universitas Andalas (UNAND) terus memperluas peran strategisnya dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat dan dinamika kebutuhan sumber daya manusia masa depan. Selain menyiapkan Program Studi Kedokteran Hewan, UNAND juga mengusulkan pembukaan Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa (SpKJ) serta Program Studi Profesi Psikolog, yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Rektor UNAND Dr. Efa Yonnedi, SE, MPPM, PhD saat diwawancarai usai kegiatan Coffee Morning bersama pimpinan UNAND dan rekan media, Senin (2/2).

Rektor UNAND menegaskan, ketersediaan dokter spesialis kedokteran jiwa di Indonesia saat ini masih sangat terbatas, sementara persoalan kesehatan mental semakin meningkat dan membutuhkan perhatian serius.

“Spesialis kedokteran jiwa ini masih sangat sedikit. Padahal kesehatan jiwa sangat penting. Saat ini banyak masyarakat Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental, salah satunya akibat pola hidup dan penggunaan gawai yang berlebihan,” ujarnya.

Menjawab kondisi tersebut, UNAND tengah mengusulkan pembukaan Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa sebagai bagian dari penguatan layanan dan sumber daya kesehatan mental nasional. Program ini ditargetkan dapat segera dibuka seiring kesiapan institusi dan pemenuhan regulasi yang diperlukan.

Selain Spesialis Kedokteran Jiwa, UNAND juga menargetkan pembukaan Program Studi Kedokteran Hewan sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan kesehatan global berbasis pendekatan One Health, yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

“Ke depan, isu kesehatan tidak bisa lagi dipisahkan antara kesehatan manusia dan kesehatan hewan. Semuanya sudah saling terhubung. Karena itu, kedokteran hewan menjadi sangat vital dalam mendukung program One Health,” jelas Efa Yonnedi.

Menurutnya, pendirian Program Studi Kedokteran Hewan bertujuan menyiapkan sumber daya manusia klinisi kedokteran hewan yang unggul dan profesional, serta siap menjawab kebutuhan masa depan di bidang kesehatan masyarakat, keamanan pangan, dan pengendalian penyakit zoonosis.

Ia mengungkapkan, rencana pembukaan program studi tersebut bukanlah wacana baru. Saat ini, pendirian Prodi Kedokteran Hewan UNAND tengah menjalani proses review oleh Asosiasi Kedokteran Hewan Indonesia (AKHI) dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) sebagai bagian dari pemenuhan standar akademik dan profesional.

“Kebutuhan sumber daya manusia minimal sebanyak 12 orang telah terpenuhi. Dokter hewan juga sudah direkrut, termasuk kerja sama dengan mitra klinik hewan sebagai pendukung pembelajaran praktik,” jelasnya.

Dari sisi penerimaan mahasiswa, UNAND juga telah menyiapkan skema seleksi. Proses penerimaan mahasiswa Prodi Kedokteran Hewan direncanakan dimulai tahun ini melalui jalur SIMA UNAND.

Di bidang kesehatan mental, UNAND juga dipercaya oleh asosiasi profesi untuk membuka Program Studi Profesi Psikolog, melengkapi pendidikan sarjana psikologi yang selama ini telah berjalan.

“Selama ini kita memiliki sarjana psikologi, tetapi pendidikan profesinya belum ada. Tahun ini UNAND dipercaya untuk membuka Prodi Profesi Psikolog,” kata Efa Yonnedi, didampingi Sekretaris Universitas Aidinil Zetra.

Program Studi Profesi Psikolog telah resmi diluncurkan dan mulai menerima mahasiswa. Program ini dibuka di lingkungan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK/FKJF) dengan satu kelas perdana berjumlah 25 mahasiswa.

Langkah ini semakin menegaskan komitmen UNAND dalam memperkuat pendidikan kesehatan secara menyeluruh, baik fisik maupun mental, sekaligus menjawab kebutuhan nasional akan tenaga profesional di bidang psikiatri dan psikologi.

Rektor UNAND Dr. Efa Yonnedi, SE, MPPM, PhD  bersama pimpinan UNAND dan rekan media berpoto bersama usai kegiatan Coffee Morning di TGCL Gedung Perpustakaan Lantai 2 UNAND, Senin (2/2).

Sementara itu, Wakil Rektor I UNAND Syukri Arief menambahkan, pengembangan program studi baru merupakan bagian dari transformasi akademik UNAND pasca menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

Ia menyebutkan, UNAND sebelumnya telah membuka Program Studi Arsitektur serta Statistika/Sains Data. Pada tahun 2026, UNAND juga membuka penerimaan mahasiswa melalui jalur SNBP, SNBT, dan SIMA untuk Program Studi Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak serta Program Studi Arkeologi, sementara Prodi Kedokteran Hewan direncanakan mulai menerima mahasiswa tahun ini melalui SIMA UNAND.

“Saat ini UNAND menaungi 15 fakultas dan satu sekolah pascasarjana dengan total 154 program studi. Sejak menyandang status PTNBH, UNAND telah membuka 25 program studi baru sebagai respons terhadap kebutuhan zaman dan dinamika dunia kerja,” pungkasnya. (bs)