![]() |
| Arus lalu lintas kendaraan pada jalur lintas Sumatera, Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok terpantau lancar, Selasa (24/3/2026) sore. |
PADANG — Arus lalu lintas kendaraan keluar masuk Sumatera Barat hingga Senin (24/3/2026) pukul 17.00 WIB tercatat mencapai sekitar 260 ribu kendaraan. Angka ini diperkirakan masih akan terus bertambah, mengingat puncak arus mudik dan balik diprediksi terjadi pada 30 Maret 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Dedy Diantolani menyampaikan pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini berlangsung sejak H-7 hingga H+7. Dengan demikian, data yang ada saat ini belum mencerminkan jumlah keseluruhan kendaraan selama periode angkutan Lebaran.
Ia menyebutkan, sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya total kendaraan yang keluar masuk Sumatera Barat selama periode yang sama mencapai 833 ribu kendaraan.
“Data saat ini masih 260 ribu kendaraan hingga 24 Maret. Masih ada waktu sekitar enam hari lagi menuju puncak arus, sehingga jumlahnya dipastikan akan terus meningkat,” ungkapnya.
Dijelaskannya, peningkatan signifikan jumlah kendaraan diperkirakan terjadi pada H+2 Lebaran, yang biasanya menjadi momen puncak arus balik. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kepadatan dan kemacetan di sejumlah ruas jalan utama.
Terkait pelaksanaan sistem satu arah (one way) berbasis waktu pada kawasan Lembah Anai pada jalur Padang menuju Bukittinggi, Dedy Diantolani menyebut pelaksanaan one way berjalan lancar dan sangat membantu masyarakat.
"Jalur tersebut menjadi satu-satunya akses utama menuju wilayah utara Sumatera Barat, setelah jalur alternatif Malalak tidak difungsikan seperti tahun sebelumnya. Alhamdulillah, pelaksanaan one way berjalan lancar dan sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Pelaksanaan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) di jalur Lembah Anai resmi berakhir pada Selasa (24/3/2026) pukul 18.00 WIB. Kebijakan ini diterapkan selama periode angkutan Lebaran, yakni dua hari sebelum hingga tiga hari setelah Hari Raya.
"Lonjakan arus kendaraan yang signifikan terjadi pada H+2 Lebaran. Kondisi ini sempat memicu kemacetan dan kepadatan lalu lintas," terangnya.
Seiring berakhirnya masa rekayasa lalu lintas, Dedy mengimbau para pemudik yang akan kembali ke perantauan agar mempersiapkan perjalanan dengan baik.
“Kami mengimbau agar pemudik memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan pengemudi dalam kondisi fit. Selain itu, patuhi aturan lalu lintas serta arahan petugas di lapangan agar perjalanan aman dan selamat sampai tujuan,” tutupnya.(bs)
