Gubernur Mahyeldi Ajukan Rp382,65 Miliar untuk Bangun Pusat Kebudayaan Sumbar - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Gubernur Mahyeldi Ajukan Rp382,65 Miliar untuk Bangun Pusat Kebudayaan Sumbar

Sabtu, 14 Maret 2026, 10.15 WIB
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajukan proposal pembangunan Pusat Kebudayaan Sumatera Barat senilai sekitar Rp382,65 miliar kepada Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon. 

Padang Pariaman — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajukan proposal pembangunan Pusat Kebudayaan Sumatera Barat senilai sekitar Rp382,65 miliar kepada Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon. Kawasan itu dirancang sebagai pusat pengembangan seni, tradisi, dan ekonomi kreatif di daerah tersebut.

Proposal diserahkan Mahyeldi kepada Fadli Zon di ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat, 13 Maret 2026.

Mahyeldi mengatakan pembangunan pusat kebudayaan itu bertujuan memperkuat infrastruktur kebudayaan sekaligus menyediakan ruang terpadu bagi aktivitas seni dan pelestarian tradisi Minangkabau.

“Kami berharap dukungan dari Kementerian Kebudayaan agar pembangunan pusat kebudayaan ini bisa segera direalisasikan,” kata Mahyeldi.

Menurut dia, kawasan pusat kebudayaan tersebut dirancang dalam tiga zona yang saling terintegrasi. Zona A difokuskan pada pembangunan sarana dasar kawasan, seperti jalan kawasan, kantor UPTD Taman Budaya, lounge, galeri seni, serta amfiteater terbuka untuk pertunjukan budaya.

Zona B dirancang sebagai pusat aktivitas seni dan kreativitas. Fasilitas yang direncanakan antara lain kios seni, lapau budaya, musala, ruang workshop seni lukis dan patung, studio tari, aula kegiatan, ruang pelestarian tradisi pasambahan dan makan bajamba, hingga gudang karya seni.

Zona ini juga akan dilengkapi perpustakaan budaya, laboratorium sastra lisan, studio fotografi, studio film, ruang podcast, ruang multimedia, serta teater utama untuk pementasan seni.

Adapun Zona C dirancang sebagai fasilitas pendukung kawasan, seperti teater kecil, kantor Dinas Kebudayaan, area pelayanan hotel, restoran, ballroom, serta kamar hotel untuk mendukung kegiatan seni dan event budaya berskala besar.

Selain itu, Mahyeldi juga mengusulkan revitalisasi eks kantor Pemerintah Gubernur Wilayah di Jalan Setia Budi, Parak Kopi, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Bukittinggi. Menurut dia, kawasan tersebut memiliki nilai sejarah penting dan berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya di Sumatera Barat.

Menanggapi usulan itu, Fadli Zon menyarankan agar pengembangan kawasan kebudayaan tersebut melibatkan kolaborasi dengan Hotel Indonesia Natour (HIN), BUMN yang mengelola jaringan hotel milik negara.

“Pengembangan kawasan kebudayaan bisa disinergikan dengan pengelolaan hotel BUMN di bawah HIN agar kegiatan seni dan budaya didukung fasilitas akomodasi,” kata Fadli.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan narasi sejarah di Sumatera Barat yang dikenal sebagai daerah kelahiran sejumlah tokoh nasional, seperti Sutan Sjahrir dan Abdul Muis. Menurut dia, pemasangan penanda sejarah di rumah atau lokasi kelahiran tokoh bangsa dapat menjadi bagian dari pengembangan wisata sejarah sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda.

Fadli Zon menyatakan tertarik meninjau langsung lokasi rencana pembangunan pusat kebudayaan tersebut sebelum pembahasan lebih lanjut di tingkat kementerian.(bs)