Unand Hub Siap Bantu Carikan Solusi Persoalan Ekonomi Warga Terdampak Bencana di Sumbar - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Unand Hub Siap Bantu Carikan Solusi Persoalan Ekonomi Warga Terdampak Bencana di Sumbar

Rabu, 11 Maret 2026, 20.36 WIB

Sekretaris Universitas Andalas, Aidinil Zetra

Padang, — Universitas Andalas melalui program Unand Hub terus berupaya menjembatani berbagai kebutuhan dan persoalan masyarakat di Sumatera Barat. Begitu juga dalam mendukung pemulihan serta keberlanjutan ekonomi warga pascabencana yang melanda Sumatera Barat pada akhir 2025 lalu, UNAND dengan para ahli dari berbagai bidang keilmuannya siap membantu mencarikan solusi.

Sekretaris Universitas Andalas, Aidinil Zetra, mengatakan Unand melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Andalas (LPPM) menghadirkan Unand Hub sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan masyarakat dengan para ahli dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan kampus.

Menurutnya, banyak masyarakat yang terdampak bencana kehilangan sumber penghidupan akibat rusaknya lahan, hilangnya pekerjaan, maupun terganggunya aktivitas ekonomi. Karena itu, diperlukan program pemberdayaan yang berkelanjutan agar masyarakat dapat bangkit kembali.

“Unand Hub menjadi pusat kolaborasi antara masyarakat dengan universitas. Di sini masyarakat bisa menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, kemudian para ahli dari berbagai bidang membantu mencarikan solusi,” ujar Aidinil, Rabu (11/3).

Ia menjelaskan, akademisi yang terlibat berasal dari berbagai bidang keilmuan seperti pertanian, peternakan, kesehatan, teknik, sosial, budaya hingga ekonomi. Melalui kolaborasi tersebut, universitas dapat memberikan pendampingan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu program yang dilakukan adalah pendampingan kepada petani untuk menerapkan model pertanian modern sehingga tetap produktif meski dengan lahan terbatas. Universitas juga membantu menyediakan lahan percontohan agar masyarakat dapat belajar langsung mengenai teknik pertanian yang lebih efektif dan efisien.

Selain itu, Unand Hub juga memberikan pelatihan kepada masyarakat dan pelaku usaha, khususnya dalam bidang pemasaran digital. Melalui pelatihan ini, masyarakat didorong memanfaatkan teknologi digital agar produk yang dihasilkan dapat dipasarkan secara lebih luas.

“Dengan pemasaran digital, produk masyarakat tidak hanya dijual di lingkungan terbatas, tetapi juga bisa dipasarkan secara online sehingga jangkauan pasar lebih luas dan penjualannya meningkat,” katanya.

Tidak hanya membantu pemasaran, Unand Hub juga mendukung masyarakat yang mengalami kendala dalam proses produksi. Para ahli dari universitas dapat membantu menganalisis kelemahan dalam proses produksi sehingga kualitas produk yang dihasilkan dapat ditingkatkan sebelum dipasarkan.

Aidinil menambahkan, program ini juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah nagari yang kini dituntut lebih aktif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat serta mempromosikan potensi daerahnya.

Melalui platform kolaborasi yang disiapkan, nagari dapat terhubung dengan nagari lain di berbagai daerah di Indonesia untuk memperluas kerja sama sekaligus mempromosikan produk-produk unggulan daerah.

Ia mencontohkan sejumlah daerah di Sumatera Barat yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, namun belum banyak dikenal karena keterbatasan promosi. Karena itu, pemanfaatan platform digital dan website nagari menjadi penting untuk memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat luas.

Di sisi lain, kegiatan ini juga didukung oleh keterlibatan para dosen Universitas Andalas yang aktif menjalankan program pengabdian kepada masyarakat. Sejak 2024, ratusan dosen telah terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian dan penelitian lapangan di berbagai daerah.

“Tercatat sudah 488 kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen Unand dan melibatkan mahasiswa melalui program Unand Hub dalam dua tahun terakhir,” terangnya.

Melalui penelitian di lapangan, para dosen dapat melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Hasil penelitian tersebut kemudian dipublikasikan dan disusun menjadi rekomendasi yang dapat dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan masalah di masyarakat.

“Dosen turun langsung ke lapangan untuk melakukan penelitian sekaligus melihat persoalan yang ada di masyarakat. Dari situ muncul berbagai rekomendasi yang bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat,” kata Aidinil.

Melalui integrasi antara riset, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor melalui Unand Hub, Universitas Andalas berharap dapat menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong penguatan ekonomi lokal di berbagai daerah. (bs)