Groundbreaking Huntap di Kuranji; BNPB Perluas Penggunaan Sepablock hingga Sumut dan Aceh - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Groundbreaking Huntap di Kuranji; BNPB Perluas Penggunaan Sepablock hingga Sumut dan Aceh

Rabu, 08 April 2026, 22.20 WIB
Peletakan batu pertama rumah contoh Huntap Mandiri di Kampung Tangah, Kelurahan Sungai Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (7/4/2026). 

PADANG – Inovasi material konstruksi karya anak bangsa, Semen Padang Bata Interlock (Sepablock), kian menegaskan posisinya sebagai solusi unggulan pembangunan hunian tetap (huntap) pascabencana di Indonesia. Produk dari PT Semen Padang ini kini tidak hanya digunakan di Sumatera Barat, tetapi juga mulai diadopsi di berbagai daerah rawan bencana seperti Sumatera Utara dan Aceh.

Kepercayaan tersebut datang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang melihat Sepablock sebagai solusi efektif dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Momentum ini ditandai dengan peletakan batu pertama rumah contoh Huntap Mandiri di Kampung Tangah, Kelurahan Sungai Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (7/4/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Utama BNPB Rustian, Wali Kota Padang Fadly Amran, serta Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa.

Rustian menegaskan bahwa penggunaan Sepablock bukan tanpa alasan. Menurutnya, inovasi ini terbukti mampu menjawab kebutuhan mendesak dalam pembangunan hunian yang cepat, berkualitas, dan tahan terhadap bencana.

“Sepablock ini bukan hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga memastikan kualitas dan ketahanan hunian terhadap bencana. Ini solusi yang tepat, terutama untuk daerah rawan gempa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan implementasi Sepablock di Sumatera Barat akan direplikasi secara nasional. “Sepablock akan kami gunakan untuk pembangunan huntap di Sumatera Utara dan Aceh, dan ke depan menjadi bagian dari standar pembangunan BNPB,” tegasnya.

Keunggulan Sepablock terlihat dari kecepatan pembangunan. Rumah contoh huntap mandiri ini ditargetkan rampung hanya dalam waktu 10 hari kerja, jauh lebih cepat dibandingkan metode konstruksi konvensional.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, turut mengakui efektivitas teknologi tersebut. Ia menyebut, penggunaan Sepablock telah terbukti mempercepat pembangunan huntap di berbagai titik di Kota Padang.

“Saya saksikan sendiri pengerjaan huntap dengan Sepablock sangat cepat, bahkan bisa selesai dalam hitungan hari. Ini solusi konkret untuk percepatan pemulihan pascabencana,” katanya.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Semen Padang, Andria Delfa, menilai meningkatnya penggunaan Sepablock di berbagai daerah menjadi bukti nyata kepercayaan terhadap inovasi lokal.

“Sepablock kini tidak hanya menjadi solusi di Sumbar, tetapi mulai diadopsi secara nasional. Ini menunjukkan bahwa inovasi lokal mampu menjawab tantangan pembangunan di wilayah rawan bencana,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sepablock dirancang untuk memenuhi tiga kebutuhan utama pembangunan huntap: kecepatan, ketahanan, dan efisiensi. Dengan standar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta karakter ramah gempa, produk ini diyakini menjadi masa depan konstruksi hunian pascabencana.

Di Sumatera Barat sendiri, tren penggunaan Sepablock terus meningkat. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) telah membangun 10 unit huntap di Koto Tuo, Kecamatan Pauh. Selain itu, Yayasan Buddha Tzu Chi juga tengah membangun huntap di Air Dingin, Koto Tangah, serta di Kabupaten Agam.

Masifnya penggunaan Sepablock menandai transformasi pola pembangunan huntap di Indonesia—dari metode konvensional menuju teknologi konstruksi modern yang lebih cepat dan tangguh.

Bagi masyarakat terdampak, kehadiran inovasi ini membawa harapan baru. Agusman (46), salah satu penerima manfaat, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

“Rumah kami hanyut akibat banjir. Sekarang kami punya harapan baru. Kalau bisa selesai 10 hari, kami bisa segera menempati rumah ini,” ujarnya.

Dengan dukungan penuh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan, Sepablock kini bukan sekadar produk, melainkan telah bertransformasi menjadi standar baru pembangunan huntap nasional.(bs)