![]() |
| Manajemen Latihan Komando Operasi (MANTAP LKO) Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) yang digelar di Komplek Balai Kota Padang, Aie Pacah, Sabtu (18/4/2026). |
PADANG – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui Manajemen Latihan Komando Operasi (MANTAP LKO) Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) yang digelar di Komplek Balai Kota Padang, Aie Pacah, Sabtu (18/4/2026).
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan latihan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, Palang Merah Indonesia, BMKG, Dinas Kesehatan, serta seluruh unsur terkait lainnya. Latihan ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan kita dalam menghadapi potensi bencana,” ujarnya.
Fadly juga menekankan pentingnya pelaksanaan latihan secara berkelanjutan, seiring perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta dinamika kebencanaan yang terus berubah.
“Kita tentu selalu berdoa agar Kota Padang dan Sumatera Barat dijauhkan dari bencana. Namun demikian, kita tidak boleh lengah. Potensi kebencanaan tetap ada dan harus kita hadapi dengan kesiapan serta profesionalisme,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin, tidak hanya bagi petugas, tetapi juga melibatkan masyarakat luas guna memastikan kesiapan yang optimal.
“Dengan latihan yang rutin, koordinasi akan semakin solid dan kita benar-benar siap ketika menghadapi situasi darurat,” jelasnya, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Korem 032/Wirabraja, Yusuf Tanjung, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari latihan Kogabwilhan I yang dilaksanakan serentak di sejumlah wilayah, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Bengkulu.
“Latihan ini melibatkan sekitar 500 personel gabungan dengan dukungan peralatan darat dan laut. Skenario latihan mencakup evakuasi di laut, penyelamatan di ketinggian seperti pohon dan billboard, penanganan korban pada bangunan runtuh, serta prosedur penanganan medis darurat,” pungkasnya.(bs)
