![]() |
| Warga mengungsi akibat puluhan rumah terendam banjir di Kabupaten Tanah Datar |
TANAH DATAR — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tanah Datar sejak Selasa (12/5/2026) sore hingga malam memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.
Akibatnya, puluhan rumah terendam, warga dievakuasi, dan puluhan jiwa dilaporkan terisolasi akibat akses yang tertutup banjir.
Data BPBD Tanah Datar hingga Rabu (13/5/2026) siang mencatat empat nagari terdampak cukup parah, yakni Nagari Padang Ganting, Nagari Saruaso, Nagari Taluak, dan Nagari Koto Tangah.
Kepala Pelaksana BPBD Tanah Datar, Ermon Revlin, mengatakan luapan Batang Sungai Pagie menyebabkan banjir dan longsor di Nagari Padang Ganting.
“Longsor terjadi di dua titik di Jalan Bukit Putuih dan satu titik di Jorong Koto Gadang Hilir. Selain itu, enam rumah warga di kawasan Simpang Kubu terdampak banjir,” ujar dr. Ermon Revlin.
Di Nagari Saruaso, banjir merendam puluhan rumah dan kedai warga. Di Jorong Saruaso Timur, delapan warga harus dievakuasi setelah 18 rumah dan satu kedai terdampak banjir.
Kondisi lebih serius terjadi di Jorong Saruaso Utara. Sebanyak 23 kepala keluarga atau sekitar 60 jiwa dilaporkan terisolasi akibat banjir, terdiri dari 15 lansia, satu ibu hamil, serta balita dan bayi.
Kawasan Setangkai di Nagari Taluak juga terdampak cukup parah. Satu rumah makan terendam banjir, sementara 12 kepala keluarga dengan total 51 jiwa terpaksa diungsikan.
“Dua warung dan satu unit sepeda motor juga dilaporkan hanyut terbawa arus,” tambah dr. Ermon.
Sementara itu, di Nagari Koto Tangah, petugas mengevakuasi dua warga lanjut usia guna mengantisipasi risiko lebih besar akibat banjir.
BPBD Tanah Datar bersama tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, satgas nagari, dan relawan langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga serta pendataan wilayah terdampak.
Selain evakuasi, petugas juga melakukan pemantauan di kawasan rawan longsor dan bantaran sungai guna mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.
![]() |
| Data BPBD Tanah Datar hingga Rabu (13/5/2026) siang mencatat empat nagari terdampak cukup parah banjir. |
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan yang dapat memicu banjir dan longsor, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana dan sekitar aliran sungai.
Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan cuaca dan segera melapor kepada petugas jika menemukan tanda-tanda potensi longsor maupun luapan sungai.(mb)

