Longsor di Sungai Landia Agam, Satu Warga Tewas dan Enam Selamat - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Longsor di Sungai Landia Agam, Satu Warga Tewas dan Enam Selamat

Rabu, 06 Mei 2026, 15.58 WIB

 

Tim SAR gabungan saat melakukan evakuasi korban longsor di kawasan Bukit Indah, Jorong Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam


AGAM— Tanah longsor yang dipicu hujan berintensitas tinggi melanda kawasan Bukit Indah, Jorong Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (5/5/2026) malam. Dua rumah warga tertimbun dalam peristiwa tersebut. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara enam lainnya selamat.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan laporan kejadian diterima pada Rabu (6/5/2026) pukul 00.22 WIB. Tim Unit Siaga SAR Agam kemudian diberangkatkan ke lokasi dengan membawa enam personel.

“Tim tiba di lokasi sekitar pukul 02.15 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan pencarian korban,” kata Abdul Malik.

Menurut dia, terdapat tujuh warga yang terdampak dalam kejadian tersebut. Enam orang ditemukan dalam keadaan selamat, yakni Zaki (18), Kuntum (14), Rahmat Hidayat (33), Gustina Diana Wati (37), Zafira Zakya Hidayat (1), dan Yoni (45).

Adapun satu korban meninggal dunia bernama Awal (56). Ia ditemukan pada pukul 04.04 WIB di sekitar lokasi rumah yang tertimbun material longsor.

“Korban kemudian dievakuasi ke RS Achmad Mochtar,” ujarnya.

Abdul Malik menjelaskan, longsor terjadi sekitar pukul 22.05 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Kondisi tanah yang labil di perbukitan memicu longsoran yang menimbun permukiman warga.

Proses pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur, antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Palang Merah Indonesia (PMI), perangkat nagari, kelompok siaga bencana, serta masyarakat setempat.

Ia mengakui kondisi medan yang belum stabil menjadi kendala dalam proses evakuasi. Namun, seluruh korban berhasil ditemukan dalam waktu relatif singkat.

“Setelah seluruh korban ditemukan, operasi SAR diusulkan untuk ditutup,” katanya.

Pihak SAR mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih tinggi dan kondisi tanah belum sepenuhnya stabil.(mb)