Padang Kejar Predikat Kota Gastronomi UNESCO, Fadly Amran Jemput Dukungan Pemerintah Pusat - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Padang Kejar Predikat Kota Gastronomi UNESCO, Fadly Amran Jemput Dukungan Pemerintah Pusat

Kamis, 07 Mei 2026, 19.35 WIB

 

Wali Kota Padang, Fadly Amran memimpin delegasi menemui Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, dalam audiensi strategis di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

JAKARTA — Aroma rendang dan kekayaan kuliner Minangkabau kini tak hanya diproyeksikan sebagai identitas budaya, tetapi juga senjata diplomasi internasional. Pemerintah Kota Padang mulai bergerak agresif menyiapkan diri menuju panggung dunia dengan membidik status bergengsi UNESCO Creative Cities Network kategori City of Gastronomy tahun 2027.

Keseriusan itu ditunjukkan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang memimpin delegasi menemui Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, dalam audiensi strategis di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah konkret Pemko Padang memperkuat posisi kota ini sebagai pusat kuliner unggulan Indonesia sekaligus menindaklanjuti Adendum Berita Acara Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I), yang menetapkan perubahan fokus pengembangan dari subsektor seni pertunjukan menjadi subsektor kuliner.

“Kuliner kita bukan cuma soal rasa, tetapi juga lokomotif ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, kita harus melakukan persiapan matang dan aksi nyata agar Padang siap menjadi City of Gastronomy UNESCO di tahun 2027,” ujar Fadly Amran usai pertemuan.

Menurutnya, status City of Gastronomy akan menjadi pintu besar bagi penguatan ekonomi kreatif daerah, promosi budaya Minangkabau, hingga peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tak ingin berjalan sendiri, Pemko Padang menggandeng berbagai unsur dalam semangat kolaborasi pentahelix. Hadir dalam audiensi tersebut Dewan Pakar Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Haris Satria, serta Ramani yang mewakili komunitas kuliner lokal.

Sinergi itu juga diperkuat dukungan legislatif. Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Nanda Satria, Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Doni Harsiva Yandra, dan Anggota DPRD Kota Padang Argi Putra Finalo turut hadir mengawal upaya tersebut.

Kehadiran para wakil rakyat itu menjadi penegasan bahwa pengembangan ekonomi kreatif berbasis kuliner membutuhkan dukungan regulasi dan anggaran yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, menilai kesiapan menuju City of Gastronomy harus dibangun dari hulu hingga hilir, mulai dari penguatan pelaku usaha kuliner hingga promosi internasional.

“Kami di dinas pariwisata bersama teman-teman dari komunitas kuliner dan dewan pakar siap mengawal proses ini dari hulu ke hilir. Dukungan penuh dari kementerian serta jajaran legislatif pada hari ini menjadi dorongan moral dan teknis yang sangat besar bagi kelancaran program kami di daerah,” ungkap Yenni.

Dengan kekuatan kuliner Minang yang telah mendunia, Padang kini tidak hanya ingin dikenal sebagai kota asal rendang, tetapi juga sebagai pusat gastronomi dunia yang mampu menyatukan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu kekuatan baru.(bs)