Pemko Padang Kebut Perbaikan 16 Titik Irigasi Pascabencana, Pengerjaan Dimulai Juli - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Pemko Padang Kebut Perbaikan 16 Titik Irigasi Pascabencana, Pengerjaan Dimulai Juli

Kamis, 14 Mei 2026, 14.39 WIB

 

Pemerintah Kota Padang mempercepat pemulihan infrastruktur irigasi yang rusak akibat bencana

PADANG — Pemerintah Kota Padang mempercepat pemulihan infrastruktur irigasi yang rusak akibat bencana demi memastikan lahan pertanian warga kembali produktif. Sebanyak 16 titik daerah irigasi menjadi fokus pengerjaan permanen yang ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan Juli 2026.

Percepatan perbaikan itu dilakukan menyusul instruksi Fadly Amran kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera memulihkan infrastruktur terdampak bencana.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan langkah tersebut dilakukan agar masyarakat, khususnya petani, tidak terus terdampak akibat kerusakan jaringan irigasi.

“Tujuannya supaya masyarakat terdampak tidak merasakan lagi kondisi bencana sebelumnya, dan infrastruktur yang rusak bisa segera diperbaiki,” ujar Malvi Hendri, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah merampungkan tahap perencanaan teknis yang ditargetkan selesai pada akhir Mei 2026 agar proses pengadaan dan penandatanganan kontrak dapat dilakukan pada minggu kedua Juli.

Adapun 16 titik irigasi yang menjadi prioritas pengerjaan di antaranya Bendung Limau Manis, rekonstruksi Bendung Beringin, Bendung D.I Kapalo Hilalang, Bendung D.I Sei Latung, Bendung D.I Sei Guo, Bendung Rasak Bungo, Bendung Koto Lalang, hingga rekonstruksi Bendung Batu Busuk.

Selain itu, pengerjaan juga mencakup daerah irigasi Lubuk Lagan, Guo Atas, Lubuk Minturun, Lubuk Laweh, Lolo, dan Lolo 2.

Malvi menyebut, sebelum pengerjaan permanen dilakukan, penanganan sementara telah lebih dulu dilaksanakan melalui skema operasional dan pemeliharaan agar aliran air ke lahan pertanian tetap berjalan.

“Penanganan sebelumnya telah dilakukan melalui skema operasional dan pemeliharaan sebagai langkah sementara agar air tetap mengalir,” katanya.

Untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana tersebut, Pemko Padang mengalokasikan anggaran sekitar Rp226 miliar yang difokuskan pada perbaikan infrastruktur jalan, drainase, dan jaringan irigasi.

Pemerintah berharap langkah ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus mengembalikan produktivitas sektor pertanian di wilayah terdampak bencana.(bs/rls)