![]() |
| Pemerintah Kota Padang mengadakan kegiatan pembekalan calon penerima beasiswa luar negeri ke Guangdong, China, di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang Aie Pacah, Senin (25/5/2026). |
Padang — Politeknik Negeri Padang (PNP) dipercaya menjadi salah satu perguruan tinggi mitra Pemerintah Kota Padang dalam program kelas internasional bagi 60 siswa terbaik Kota Padang yang akan menempuh pendidikan tinggi di Provinsi Guangdong, China.
Dalam program beasiswa luar negeri unggulan Pemko Padang tersebut, PNP mendapat kuota 15 mahasiswa untuk Program Studi D4 Elektronika pada tahun akademik 2026/2027.
Wakil Direktur I PNP, Sarmiadi, menyebutkan para mahasiswa akan menjalani perkuliahan di PNP sebelum melanjutkan pendidikan internasional di Guangdong, China.
“Sebanyak 15 calon penerima beasiswa luar negeri dari Pemko Padang akan kuliah di PNP mulai tahun ajaran 2026/2027 sebelum nantinya menempuh pendidikan internasional di Guangdong, China,” ujarnya usai hadir mewakili Direktur PNP, Revalin Herdianto pada kegiatan pembekalan calon penerima beasiswa luar negeri ke Guangdong, China, di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang Aie Pacah, Senin (25/5/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, perwakilan Dinas Provinsi Sumatera Barat, perguruan tinggi mitra, 60 siswa calon penerima beasiswa, serta para guru dan orang tua.
Sarmiadi menjelaskan, selain PNP, program kelas internasional tersebut juga melibatkan tiga perguruan tinggi mitra lainnya di Kota Padang, yakni Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas, dan Universitas Putra Indonesia YPTK Padang.
Masing-masing kampus mendapat kuota 15 mahasiswa dengan bidang studi berbeda. UNP membuka program Manajemen, Unand untuk Teknik Mesin, PNP untuk D4 Elektronika, dan UPI YPTK untuk Sistem Informasi.
“Kuotanya sama, masing-masing 15 orang. Program studi disesuaikan dengan kompetensi dan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia berdaya saing global,” terangnya.
PNP menyambut positif kerja sama dengan Pemko Padang dalam penyelenggaraan program kelas internasional skema joint degree pola 1-2-1 bersama mitra pendidikan di Guangdong, Tiongkok.
Menurut Sarmiadi, program tersebut bukan sekadar membuka akses pendidikan lintas negara, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang terintegrasi dengan kebutuhan industri internasional.
“Program ini tidak hanya memberikan akses pendidikan lintas negara, tetapi juga mengintegrasikan pembelajaran dengan pengalaman industri global,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu keunggulan utama program ini adalah kesempatan magang di perusahaan-perusahaan Tiongkok, baik yang beroperasi di Indonesia maupun di luar negeri.
Pengalaman tersebut dinilai penting agar mahasiswa memahami standar kerja global sekaligus budaya industri internasional sejak dini.
Program beasiswa luar negeri dari Progul Padang Juara ini mengantarkan 60 siswa terbaik Kota Padang menempuh pendidikan jenjang S1 dan D4 di Guangdong, China, dengan seluruh biaya kuliah hingga biaya hidup ditanggung penuh oleh Pemerintah Kota Padang.
Para mahasiswa akan menjalani skema pendidikan double degree melalui pola 1-2-1, yakni satu tahun pembelajaran dan penguatan bahasa Mandarin di Indonesia, dua tahun kuliah di Guangdong, serta satu tahun penyelesaian studi di kampus mitra di Kota Padang.
Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan program tersebut dirancang untuk mencetak generasi muda Kota Padang yang memiliki daya saing global.
“Kami ingin anak-anak Padang tidak hanya kuliah di luar negeri, tetapi juga mampu berkarya dan membawa nama baik Kota Padang di tingkat internasional,” ujar Fadly.
Program ini menjadi bagian dari target Pemko Padang menyiapkan sedikitnya 300 penerima beasiswa luar negeri selama lima tahun kepemimpinan Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. Selain China, kerja sama pendidikan internasional juga tengah dijajaki dengan Malaysia, Taiwan, Amerika Serikat, hingga kawasan Timur Tengah.
Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova menjelaskan, program beasiswa Guangdong bermula dari expo pendidikan dan seleksi yang digelar pada 20–23 Januari 2026.
Dari sekitar 1.500 peserta expo, sebanyak 163 siswa mengikuti ujian seleksi daring yang difasilitasi lembaga pendidikan Guangdong bersama China University and College Admission System (CUCAS) Indonesia. Sebanyak 83 siswa dinyatakan lulus, lalu disaring menjadi 60 penerima beasiswa tahun ini.
“Selama tahun pertama para mahasiswa akan menjalani pembelajaran intensif bahasa Mandarin sebanyak lima kali per minggu dengan pengajar langsung dari China. Setelah itu, mereka akan melanjutkan studi di delapan kampus mitra di Guangdong,” jelas Yopi.(bs)

