Rektor UNAND Soroti AI di Wisuda 2026: Banyak Profesi Akan Berubah, Lulusan DimintaBukan Sekadar Cari Kerja Tapi Ciptakan Peluang Baru - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Rektor UNAND Soroti AI di Wisuda 2026: Banyak Profesi Akan Berubah, Lulusan DimintaBukan Sekadar Cari Kerja Tapi Ciptakan Peluang Baru

Sabtu, 09 Mei 2026, 17.12 WIB

 

Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi saat menyampaikan sambutan pada Wisuda II Tahun 2026 di Auditorium UNAND, Sabtu (9/5/2026).

PADANG — Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) diprediksi akan mengubah wajah dunia kerja dalam beberapa tahun ke depan. Banyak pekerjaan lama akan tergeser, namun di saat bersamaan lahir profesi dan peluang baru yang menuntut generasi muda mampu beradaptasi lebih cepat.

Pesan itu disampaikan Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, saat menyampaikan pidato pada Wisuda II Tahun 2026 di Auditorium UNAND, Sabtu (9/5/2026).

“Saya masih percaya bahwa teknologi itu akan menciptakan banyak peluang, asalkan kita mau beradaptasi cepat,” ujar Efa.

Menurutnya, perkembangan AI saat ini telah mengubah cara kerja hampir seluruh sektor industri. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan detik dengan bantuan teknologi.

“Kita hidup di era VUCA, dunia yang penuh ketidakpastian, perubahan cepat, dan kompleksitas. Kecerdasan buatan kini mampu mengerjakan dalam hitungan detik apa yang dulu membutuhkan waktu berhari-hari,” katanya.

Karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut menjadi generasi future ready atau siap menghadapi masa depan. Efa menegaskan, menjadi future ready bukan berarti mengetahui semua jawaban, melainkan memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan menjaga integritas di tengah perubahan zaman.

“Untuk memenangkan persaingan dibutuhkan lulusan yang siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Efa menilai konsep long life learning atau belajar sepanjang hayat menjadi kunci penting agar generasi muda tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

“Mereka harus terus belajar dan membangun networking dengan siapa saja, termasuk untuk peluang studi maupun karier,” katanya.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman, Universitas Andalas mulai mengintegrasikan materi AI, data analitik, dan kewirausahaan ke berbagai program studi.

“Setiap prodi harus memahami aplikasi AI dan data analitik di bidangnya masing-masing. Jadi bukan hanya belajar teori, tetapi memahami bagaimana teknologi digunakan di dunia industri,” ujar Efa.

Selain penguasaan teknologi, ia menilai kreativitas, kemampuan adaptasi, dan jiwa kewirausahaan menjadi modal utama lulusan perguruan tinggi di masa depan.

“Kampus tidak boleh hanya mencetak pencari kerja, tetapi juga generasi yang mampu menciptakan peluang baru,” katanya.

Dalam wisuda tersebut, Efa juga memaparkan sejumlah capaian kampus. Saat ini UNAND mengantongi akreditasi institusi “Unggul” dari BAN-PT hingga 2028, dengan 57 persen program studi telah berstatus akreditasi Unggul.

Di tingkat internasional, UNAND kembali masuk pemeringkatan dunia Times Higher Education (THE) 2025 dan menempati posisi ke-8 nasional, serta berada pada peringkat 201–250 dunia dalam Interdisciplinary Science Ranking THE.

UNAND juga terus memperkuat transformasi digital melalui penerapan tanda tangan elektronik pada ijazah, platform MyUNAND, sistem SAKU Digital, hingga layanan administrasi terpadu satu pintu.

Sepanjang tahun 2025, kampus tersebut telah meluluskan 8.180 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan. Saat ini, UNAND memiliki lebih dari 32 ribu mahasiswa aktif dan 156 program studi.

Dalam kesempatan itu, Efa turut memberikan apresiasi kepada Rafael Fadly Harianja, mahasiswa disabilitas rungu dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian yang berhasil menyelesaikan studinya.

“Keberhasilan Rafael menunjukkan bahwa kesempatan akademik harus terbuka bagi seluruh anak bangsa,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Efa mengingatkan para wisudawan agar terus menjaga rasa ingin tahu, kemampuan kolaborasi, dan nama baik dalam perjalanan karier mereka.

“Wisuda ini bukan akhir, tetapi awal dari perjuangan panjang,” katanya.(bs)