![]() |
| Peninjauan pelaksanaan ujian Seleksi Mandiri Konsorsium Politeknik Negeri (SM-KPN) di Politeknik Negeri Padang (PNP), Sabtu (6/6) di Laboratorium Terpadu Gedung SSBN PNP. |
Padang — Sebanyak 2.010 calon mahasiswa mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Mandiri Konsorsium Politeknik Negeri (SM-KPN) di Politeknik Negeri Padang (PNP).
Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru PNP Tahun Akademik 2026/2027, Ronal Hadi, mengatakan dari total 2.010 peserta, sebanyak 1.284 orang mengikuti ujian pada Sabtu (6/6), sedangkan 726 peserta dijadwalkan mengikuti ujian pada Minggu (7/6).
"Kita berharap seluruh rangkaian pelaksanaan ujian berjalan lancar. Hari pertama dilaksanakan tiga sesi, sedangkan hari kedua dua sesi," ujarnya usai kegiatan peninjauan jelang dimulainya sesi pertama ujian mandiri, Sabtu (6/6).
Peninjauan ujian seleksi mandiri tersebut dihadiri, Direktur PNP Revalin Herdianto bersama jajaran pimpinan kampus, di antaranya Wakil Direktur Bidang Akademik Nurul Fauzi, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Nasrullah, Wakil Direktur Bidang Keuangan Sarmiadi, Ketua Senat PNP Zulhendri, serta para pimpinan jurusan.
Menariknya, sejumlah mantan Direktur PNP juga hadir dalam peninjauan tersebut, yakni Surfa Yondri, Suhendrik Anwar, dan Alizar Hasan. Turut hadir pula, Prof Musliar Kasim, mantan Rektor Universitas Andalas yang kini menjabat Rektor Universitas Baiturrahmah.
Selain itu, terlihat Staf TJSL Unit CSR PT Semen Padang, Nurwan, juga tampak bersama rombongan meninjau langsung pelaksanaan seleksi mahasiswa baru di kampus vokasi tersebut.
Menurut Ronal, dalam setiap sesi PNP mengoperasikan 19 laboratorium komputer. Ujian berlangsung selama 180 menit dengan jumlah peserta maksimal 25 orang. Setiap ruang ujian juga ditempatkan pengawas dan operator untuk memastikan proses seleksi berjalan lancar, tertib dan nyaman.
Seleksi Mandiri Konsorsium tahun ini diikuti 44 politeknik negeri di seluruh Indonesia. Dari total 2.010 peserta yang memilih PNP, mereka akan bersaing memperebutkan kursi masuk untuk 16 program studi jenjang Diploma Tiga (D3) dan 16 Prodi Sarjana Terapan (D4) yang tersedia di kampus vokasi tersebut.
"PNP sendiri menyiapkan total daya tampung sekitar 2.600 mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026/2027 melalui tiga jalur penerimaan," terangnya.
Penerimaan tersebut dilakukan melalui tiga skema seleksi. Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan Seleksi Mandiri.
Ronal juga mengungkapkan bahwa tahun ini PNP berencana membuka tiga program studi baru. Namun hingga baru satu program studi yang telah mengantongi izin operasional, yakni Program Studi Teknologi Rekayasa Internet yang mulai melakukan penerimaan mahasiswa baru tahun ini.
"Untuk Prodi Teknologi Rekayasa Internet, pada penerimaan tahun ini dibuka dua kelas melalui seleksi mandiri," katanya.
Kehadiran program studi baru tersebut diharapkan semakin memperkuat pilihan pendidikan vokasi di PNP sekaligus menjawab kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi dan jaringan internet.(bs)

