CEO Talk Unand-Pegadaian Hasilkan Riset Mitigasi Megathrust - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

CEO Talk Unand-Pegadaian Hasilkan Riset Mitigasi Megathrust

Senin, 29 Juni 2026, 19.47 WIB
Wali Kota Padang Fadly Amran poto bersama saat hadiri CEO Talk yang diselenggarakan Universitas Andalas (Unand) bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) di Auditorium Unand, Senin (29/6/2026).

Fadly Amran: Kolaborasi Jadi Kunci Kurangi Risiko Bencana


Padang – Komitmen memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa megathrust dan tsunami di Kota Padang terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha. 

Hal itu mengemuka dalam kegiatan CEO Talk yang diselenggarakan Universitas Andalas (Unand) bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) di Auditorium Unand, Senin (29/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan penyerahan hasil riset Program Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang kepada Pemerintah Kota Padang.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, ancaman bencana memang tidak dapat dihindari, tetapi dampaknya bisa ditekan melalui mitigasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Kota Padang harus terus mempersiapkan diri karena berada di kawasan Ring of Fire dan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Yang bisa kita lakukan adalah memperkuat mitigasi agar risikonya semakin kecil," ujar Fadly.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Padang terus memperkuat sistem Early Warning System (EWS) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Fadly juga mengapresiasi kolaborasi antara Universitas Andalas dan PT Pegadaian yang telah menghasilkan riset mengenai kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa megathrust dan tsunami. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan daerah yang tangguh terhadap bencana.

Selain kesiapsiagaan, Fadly menilai mitigasi bencana juga harus dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan.

"Mitigasi bencana tidak hanya berkaitan dengan kesiapsiagaan, tetapi juga dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan. Alhamdulillah, Kota Padang kini berhasil menempati peringkat kedelapan sebagai kota terbersih di Indonesia," katanya.

Ia menambahkan, tahun ini Pemko Padang akan memperkuat keberadaan bank sampah melalui dukungan sarana dan prasarana, kendaraan operasional, pembiayaan, hingga digitalisasi sistem. Dengan inovasi tersebut, masyarakat nantinya dapat mengetahui jumlah sampah yang disetorkan beserta nilai tabungan emas yang diperoleh secara real time.

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Andalas, Prof. Dr. Kurnia Warman, menjelaskan bahwa riset kolaboratif tersebut menghasilkan model mitigasi bencana berbasis masyarakat yang mengintegrasikan teknologi deteksi dini, sistem evakuasi berbasis komunitas, pemanfaatan masjid sebagai pusat informasi dan lokasi evakuasi, penyusunan standar operasional evakuasi, edukasi masyarakat, hingga simulasi kebencanaan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir.

Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian, Ismail Ilyas, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi, sedangkan BUMN hadir untuk memastikan hasil riset tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Agus Riyadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Andalas, khususnya Sekolah Pascasarjana, atas keberhasilannya menghasilkan riset Program Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, diharapkan Kota Padang semakin siap menghadapi potensi bencana sekaligus menjadi model pengembangan mitigasi berbasis riset yang dapat diterapkan di berbagai daerah pesisir Indonesia.(bs)