Delapan Jam Pencarian, Remaja Asal Pekanbaru Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hilang Terseret Ombak di Pantai Gasan Gadang - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Delapan Jam Pencarian, Remaja Asal Pekanbaru Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hilang Terseret Ombak di Pantai Gasan Gadang

Minggu, 28 Juni 2026, 12.47 WIB
Remaja asal Pekanbaru, Rafi Rapa Maulana (13), yang hanyut di Pantai Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (28/6) pukul 00.54 WIB atau sekitar delapan jam setelah dilaporkan terseret ombak.

PADANG PARIAMAN – Operasi pencarian terhadap remaja asal Pekanbaru, Rafi Rapa Maulana (13), yang hanyut di Pantai Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (28/6) pukul 00.54 WIB atau sekitar delapan jam setelah dilaporkan terseret ombak.

Korban ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Setelah dievakuasi oleh tim SAR gabungan, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan pencarian dilakukan sejak Sabtu sore setelah pihaknya menerima laporan dari Camat Batang Gasan mengenai seorang remaja yang hanyut saat mandi di pantai.

"Korban berhasil ditemukan pada pukul 00.54 WIB dalam keadaan meninggal dunia sekitar 100 meter dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut. Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga," ujarnya.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu Rafi yang datang dari Pekanbaru sedang mandi di Pantai Gasan Gadang. Namun, ombak besar datang dan menyeret korban ke tengah laut. 

Warga yang berada di lokasi sempat melakukan pencarian, tetapi korban tidak berhasil ditemukan sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada Basarnas.

Menerima laporan pada pukul 18.22 WIB, Basarnas Padang langsung mengerahkan tujuh personel Unit Siaga SAR Agam menuju lokasi dengan membawa satu unit Rescue Car, perahu karet LCR beserta mesin tempel, peralatan SAR air, peralatan medis, dan perangkat komunikasi.

Operasi pencarian turut melibatkan berbagai unsur, yakni tujuh personel Unit Siaga SAR Agam, dua personel TNI, delapan personel Polri, delapan personel BPBD, lima personel PMI, serta 15 orang masyarakat yang bersama-sama menyisir lokasi kejadian.

Meski cuaca selama operasi dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar empat knot, proses pencarian sempat terkendala jarak pandang yang terbatas pada malam hari.

Setelah korban ditemukan, seluruh unsur SAR gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 01.15 WIB. Operasi SAR kemudian resmi ditutup dan seluruh personel kembali ke satuan masing-masing.

Abdul Malik menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah bekerja sama selama proses pencarian berlangsung. 

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi gelombang tinggi, serta mematuhi peringatan dari petugas demi menghindari terjadinya kecelakaan di perairan. (bs)