Libatkan Mahasiswa KKN UNAND, Tanah Datar Targetkan Prevalensi Stunting di Bawah 10 Persen - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Libatkan Mahasiswa KKN UNAND, Tanah Datar Targetkan Prevalensi Stunting di Bawah 10 Persen

Rabu, 10 Juni 2026, 22.07 WIB
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly berdiskusi dengan Direktur Studi UNAND Prof. dr. Andani Eka Putra terkait upaya mengintensifkan pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Tanah Datar.

14 Nagari Jadi Pilot Project KKN Tematik Penanganan Stunting di Tanah Datar

BATUSANGKAR,  – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan stunting dengan menggandeng kalangan akademisi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (UNAND) dalam program pencegahan dan percepatan penurunan stunting di sejumlah nagari.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Pembahasan KKN Mahasiswa UNAND Bertema Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Aula Bappeda Litbang Tanah Datar, Rabu (10/6).

Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S), mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk memperkuat berbagai program yang selama ini dijalankan pemerintah daerah.

Menurutnya, persoalan stunting tidak dapat ditangani oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, tenaga kesehatan, pemerintah nagari hingga masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Tanah Datar selama ini telah menjalankan berbagai program intervensi spesifik dan sensitif untuk menekan angka stunting. Namun tantangan di lapangan masih memerlukan dukungan berbagai pihak agar hasil yang dicapai lebih optimal,” ujarnya.

Ahmad Fadly berharap kehadiran mahasiswa KKN tematik di sejumlah nagari mampu memberikan kontribusi nyata, terutama dalam meningkatkan edukasi masyarakat terkait gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pola asuh yang baik.

Ia menegaskan, upaya menurunkan angka stunting merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan.

“Program stunting ini adalah tanggung jawab kita bersama terhadap generasi mendatang. Kita tidak ingin anak-anak kita tumbuh di bawah bayang-bayang stunting. Bersama UNAND, kita bertekad dalam tiga hingga empat tahun ke depan angka prevalensi stunting di Tanah Datar bisa ditekan hingga di bawah 10 persen,” tegasnya.

Selain mendukung edukasi di masyarakat, kerja sama dengan UNAND juga diharapkan menghadirkan pendekatan berbasis riset dan kajian ilmiah sehingga program yang dijalankan dapat dievaluasi secara berkala dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Rapat Pembahasan KKN Mahasiswa UNAND Bertema Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Aula Bappeda Litbang Tanah Datar, Rabu (10/6).

Sementara itu, Direktur Studi UNAND Prof. dr. Andani Eka Putra menyatakan pihaknya siap mendukung penuh langkah Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa melalui program KKN tematik diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan berjangka panjang bagi masyarakat.

“Apa yang kami inginkan adalah bagaimana UNAND bisa memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Tanah Datar. Kami mengapresiasi semangat pemerintah daerah dalam menjalankan program ini,” ujarnya.

Andani menambahkan, UNAND akan menempatkan mahasiswa KKN bersama dosen pembimbing di nagari-nagari yang menjadi lokasi program. Ia menilai keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah nagari hingga pemerintah kabupaten, menjadi faktor penting dalam keberhasilan upaya penurunan stunting.

“Melalui pilot project di 14 nagari ini, kami berharap program tersebut dapat menjadi model yang efektif dalam percepatan penurunan stunting di masa mendatang,” katanya.

Kolaborasi antara Pemkab Tanah Datar dan UNAND ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai modal utama pembangunan daerah sekaligus mempercepat terwujudnya target penurunan stunting di Luhak Nan Tuo. (*)