![]() |
| Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengadakan Sosialisasi Nagari Creative Hub Tahun Anggaran 2026 di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (29/6/2026). |
Agam – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong percepatan transformasi digital hingga ke tingkat nagari melalui Program Nagari Creative Hub (NCH). Di Kabupaten Agam, program tersebut dikembangkan dengan pendekatan yang lebih inovatif melalui kolaborasi dengan gerakan Bangkik dari Surau, sehingga melahirkan Nagari Creative Hub Berbasis Masjid (NCHBM).
Program ini menjadi salah satu strategi Pemprov Sumbar dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital, sekaligus memperkuat peran nagari sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia.
Komitmen tersebut ditandai dengan Sosialisasi Nagari Creative Hub Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pemerintah daerah, pemerintah nagari, dan para pemangku kepentingan mengenai konsep, arah kebijakan, serta mekanisme pelaksanaan Nagari Creative Hub.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Hendrick Kasmadiharja, serta konten kreator sekaligus dosen ISI Padang Panjang, Ajo Wayoik. Keduanya mendorong generasi muda agar memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan kreativitas tanpa meninggalkan identitas budaya, seni, dan produk lokal.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra, Asisten I Setda Agam Yunilson, Asisten III Setda Agam Syatria, kepala OPD, Camat Tilatang Kamang, Wali Nagari Koto Tangah, serta berbagai unsur masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra, mengatakan Nagari Creative Hub merupakan program strategis Pemprov Sumbar yang berpihak kepada masyarakat untuk mempercepat digitalisasi nagari sekaligus membuka ruang inovasi, kreativitas, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Program tersebut, katanya, tidak hanya menghadirkan infrastruktur digital, tetapi juga menjadi wadah peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan UMKM, promosi pariwisata, hingga pemasaran produk unggulan nagari melalui platform digital.
"Nagari Creative Hub tingkat Provinsi Sumatera Barat untuk Kabupaten Agam berada di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang. Setiap Nagari Creative Hub akan didukung jaringan internet berkecepatan 300 Mbps agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital untuk belajar, berkreasi, hingga memasarkan produk lokal," ujar Yozarwardi.
Ia berharap keberadaan Nagari Creative Hub mampu melahirkan lebih banyak pelaku ekonomi kreatif di nagari sekaligus mempercepat pemerataan akses teknologi informasi di Sumatera Barat.
Di Kabupaten Agam, implementasi program tersebut mendapat sentuhan inovasi melalui integrasi dengan gerakan Bangkik dari Surau. Konsep ini melahirkan Nagari Creative Hub Berbasis Masjid (NCHBM) yang menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda, ruang belajar, pusat kreativitas, hingga inkubator lahirnya pelaku usaha berbasis digital.
Bupati Agam, Benni Warlis, mengatakan konsep tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat peradaban masyarakat, sekaligus menjawab tantangan perkembangan teknologi di era digital.
"Kami mengucapkan selamat datang kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat. Program Nagari Creative Hub di Kabupaten Agam kami padukan dengan program Bangkik dari Surau menjadi Nagari Creative Hub Berbasis Masjid," terangnya.
Ia menambahkan, dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang berkumpul, belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi anak muda. Saat mereka berkumpul, di sanalah kreativitas akan tumbuh dan ekonomi nagari dapat bergerak.
"Program ini harus menjadi milik bersama melalui kolaborasi seluruh OPD dan masyarakat," ungkapnya.
Menurut Benni, tantangan ke depan bukan hanya menciptakan produk dan karya kreatif, tetapi juga memastikan produk-produk tersebut mampu bersaing di pasar yang lebih luas melalui promosi dan pemasaran digital.
Ia optimistis sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Agam akan melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, melek teknologi, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau.
Dengan dukungan infrastruktur digital, kolaborasi lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat, Nagari Creative Hub diharapkan menjadi pusat inovasi yang mampu menggerakkan ekonomi nagari, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mempercepat transformasi digital di Sumatera Barat. (bs/rls)
