![]() |
| Pelepasan mahasiswa KKN Universitas Andalas Periode II Tahun 2026 berlangsung di Auditorium Universitas Andalas, Kamis (2/7) |
Padang – Universitas Andalas (UNAND) kembali mengerahkan ribuan mahasiswanya untuk mengabdi kepada masyarakat. Sebanyak 1.833 mahasiswa resmi dilepas mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode II Tahun 2026 dan akan diterjunkan ke 92 nagari yang tersebar di 18 kabupaten/kota di Sumatera Barat.
Pelepasan mahasiswa KKN berlangsung di Auditorium Universitas Andalas, Kamis (2/7), sekaligus dirangkai dengan pembekalan dari PT Hutama Karya (Persero) dan sejumlah narasumber. Pembekalan tersebut membahas pembangunan infrastruktur nasional, pemberdayaan masyarakat, etika pelaksanaan KKN, hingga penguatan literasi digital.
Wakil Rektor I Universitas Andalas, Prof. Dr. Syukri Arief, mengatakan KKN merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk menjawab berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat.
Sejak 2024, UNAND mengembangkan pelaksanaan KKN dalam tiga skema, yakni KKN Reguler yang digelar dua kali dalam setahun, KKN Tematik, dan KKN Kampus Berdampak. Ketiga skema tersebut dirancang agar kontribusi mahasiswa semakin luas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pada KKN Periode II Tahun 2026, mahasiswa akan menjalankan sejumlah program prioritas. Selain mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tanah Datar, peserta KKN juga akan memperkuat literasi digital masyarakat terkait pembangunan jalan tol serta melaksanakan berbagai program pemberdayaan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing nagari.
Menurut Syukri, kolaborasi dengan PT Hutama Karya dalam pembekalan menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar memahami pembangunan infrastruktur nasional secara utuh.
"Kami ingin mahasiswa tidak hanya melaksanakan program pengabdian, tetapi juga menjadi duta infrastruktur digital yang mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab mengenai manfaat pembangunan infrastruktur," katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta KKN untuk menjaga nama baik Universitas Andalas, menjalin kerja sama yang baik dengan masyarakat, serta menyusun program kerja berdasarkan kebutuhan riil di lokasi pengabdian.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra, menegaskan bahwa KKN harus menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik.
"KKN bukan hanya formalitas akademik, tetapi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk hadir sebagai mitra masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi di nagari," ujarnya.
Dalam sesi pembekalan, Muhammad Fauzan memaparkan perkembangan pembangunan jalan tol di Indonesia serta manfaatnya bagi peningkatan mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Mahasiswa juga memperoleh materi dari Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Sumatera Barat Gusri Yaldi, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Tulus Abadi, serta Eka Cristy Novianti dari Corporate Communication PT Hutama Karya (Persero).
Melalui pembekalan tersebut, UNAND berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan sekaligus agen edukasi di tengah masyarakat. Tidak hanya mendukung pembangunan infrastruktur dan transformasi digital, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan literasi digital di nagari.
Program KKN Periode II Tahun 2026 menjadi bukti komitmen Universitas Andalas dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri untuk mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.(bs/rls)
